Pemerintah Dorong Investasi di Sektor Penunjang Transisi Energi

photo author
Mia Nurmiarani, Kabar Alam
- Senin, 14 November 2022 | 12:53 WIB
B20 Investment Forum Tandatangani 18 MOU Senilai 75T Rupiah. B20 Investment Forum adalah helaran internasional yang diselenggarakan oleh  Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia selaku penyelenggara B20.  (Dok. B20 Indonesia)
B20 Investment Forum Tandatangani 18 MOU Senilai 75T Rupiah. B20 Investment Forum adalah helaran internasional yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia selaku penyelenggara B20. (Dok. B20 Indonesia)

 

KABARALAM -  Luar biasa! B20 Investment Forum tandatangani 18 MOU senilai 75T Rupiah. B20 Investment Forum adalah helaran internasional yang diselenggarakan oleh  Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, penyelenggara B20.

Gelaran bergengsi ini merupakan ajang dialog publik antara kementerian, pelaku usaha serta pemangku kepentingan. Kegiatan sideline event dari B20 Summit yang bertujuan mendorong pemulihan global pasca pandemi ini diselenggarakan pada, Jumat (11/11/2022) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) I, Bali.

Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan,saat ini, yang menjadi perhatian dari pelaku usaha dan investor adalah regulasi yang memberikan kemudahan. Pemerintah mendorong investor untuk berinvestasi pada sektor-sektor yang menunjang transisi energi dan menurunkan emisi karbon serta regulasi yang bisa menjamin insentif serta kemudahan bagi industri.

Baca Juga: PT Bukit Asam Minta Unpad Lakukan Riset untuk Menghindari 'Kota Mati' di Area Bekas Tambang

Rekomendasi Kebijakan B20, salah satu diantaranya adalah soal Energi, Keberlanjutan dan Iklim, yang menempati urutan pertama.  Rekomendasi kebijakan dalam 7 area penting tersebut dibentuk enam Task Force dan satu Action Council.

Tujuan utama dari rekomendasi di bidang Energi, Keberlanjutan dan Iklim  ini adalah mengatasi kelangkaan energi dan mempercepat transisi ke energi berkelanjutan.

Rekomendasi pertama yaitu meningkatkan kerja sama global dalam mempercepat transisi ke penggunaan energi berkelanjutan dengan mengurangi intensitas penggunaan energi fosil penghasil karbon melalui berbagai jalur.

Rekomendasi ke 2 yaitu meningkatkan kerja sama global untuk memastikan transisi yang adil, teratur, dan terjangkau menuju penggunaan energi yang berkelanjutan di seluruh negara maju dan berkembang.

Baca Juga: Bumi Perkemahan Panten Majalengka: Bisa Berkemah, Outbond, Hingga Menikmati Indahnya Anggrek Gunung Ciremai

Sedangkan rekomendasi terakhir dari Energi, Keberlanjutan dan Iklim  adalah meningkatkan kerja sama global dalam meningkatkan akses untuk pemanfaatan dan penggunaan energi modern dan bersih.

Negara Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara disertai pertumbuhan ekonomi dan angka usia produktif yang besar, melalui B20 Investment Forum diharapkan dapat menjadi penghubung yang mengkoneksikan investor global untuk berinvestasi di Indonesia sebagai emerging-developing countries ke tataran global.

Pemerintah Indonesia yakin, peluang investasi yang dimiliki Indonesia cukup tinggi. Terdapat 3 tema besar dalam G20 2022, yaitu perbaikan sistem kesehatan, akselerasi transisi energi hijau hingga peningkatan digitalisasi. B20 Indonesia juga memastikan agar Presidensi yang dipegang pada tahun ini dapat berdampak pada peningkatan investasi dalam negeri, khususnya untuk proyek strategis yang berkorelasi dengan tema besar dan prioritas.

Baca Juga: Keindahan Sawah Terasering Ciboer Pass Majalengka Tak Kalah Memesona dari Ubud, Enggak Percaya?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X