• Jumat, 9 Desember 2022

BNEF Net Zero Summit : Menuju Masa Depan Rendah Karbon, Kolaborasi Adalah Kunci

- Minggu, 13 November 2022 | 20:52 WIB
Diskusi panel para pemimpin  ANGEA, Keminvest, Chevron dan BloombergNEF pada BloombergNEF (BNEF) Net Zero Summit 11 November 2022. (Dok. Chevron)
Diskusi panel para pemimpin ANGEA, Keminvest, Chevron dan BloombergNEF pada BloombergNEF (BNEF) Net Zero Summit 11 November 2022. (Dok. Chevron)

KABARALAM – Menjelang pelaksanaan B20 dan G20 Summit yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia, BNEF Summit, acara resmi B20/G20, mempertemukan para pemimpin industri dan investor dari seluruh Asia untuk berkolaborasi bersama menuju net zero emission. Hari ini seluruh perhatian dunia tertuju pada Bali.

Chevron, bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta the Asia Natural Gas and Energy Association (ANGEA), 12 November 2022 di BloombergNEF (BNEF) Net Zero Summit di Bali melakukan diskusi mengenai pentingnya kolaborasi dalam mendorong pencapaian target masa depan rendah karbon.

Hal ini tertuang dalam komitmen Chevron dalam BNEF Summit dengan penandatanganan perjanjian kerja sama Chevron dengan Pertamina dan Keppel Infrastructure dalam mengeksplorasi pengembangan proyek hidrogen hijau dan amonia hijau di Indonesia 11 November 2022.

Baca Juga: ITB dan PT Bukit Asam Jalin Kerja Sama Pengembangan Teknologi Pemanfaatan Batu Bara Ramah Lingkungan

Country Manager Chevron Indonesia. Wahyu Budiarto, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan hal yang penting dalam mendukung inovasi dan mendorong transisi energi. Untuk itu, Chevron terus berkomitmen dalam berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan demi mencapai tujuan-tujuan energi nasional.

ANGEA dan Pemerintah Indonesia juga telah memberikan banyak masukan mengenai bagaimana industri, asosiasi, dan pemerintah dapat bekerja sama dalam mencapai target net zero emission, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Pasifik,” kata Wahyu.

Sementara itu, Direktur Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ridha Yasser mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah menetapkan target penggunaan energi baru terbarukan (EBT) hingga 23 persen pada tahun 2025, yang tertuang dalam roadmap transisi energi sebagai bagian dari Grand National Energy Strategy (GSEN).

Baca Juga: Catat, KLHK Dukung Gerakan Antikorupsi!

“Untuk mencapai angka tersebut, kolaborasi antara pihak swasta, pemerintah, dan lembaga lainnya menjadi suatu hal yang fundamental, khususnya dalam menyeimbangkan akses energi, dampak lingkungan dan sosial-ekonomi, serta pengembangan teknologi. Adanya kerja sama ini dapat mengakselerasi pencapaian target Indonesia untuk mencapai net zero emission,” ujar Ridha.

Halaman:

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X