• Jumat, 9 Desember 2022

PT Bukit Asam Minta Unpad Lakukan Riset untuk Menghindari 'Kota Mati' di Area Bekas Tambang

- Senin, 14 November 2022 | 11:58 WIB
Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti bersama Direktur Utama PT Bukit Asam, Tbk, Arsal Ismail menunjukkan dokumen Nota Kesepahaman yang sudah ditandatangani dalam pertemuan yang digelar di Intercontinental Hotel, Bandung, Jumat, 11 November 2022 (Dadan Triawan/Kanal Media Unpad)
Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti bersama Direktur Utama PT Bukit Asam, Tbk, Arsal Ismail menunjukkan dokumen Nota Kesepahaman yang sudah ditandatangani dalam pertemuan yang digelar di Intercontinental Hotel, Bandung, Jumat, 11 November 2022 (Dadan Triawan/Kanal Media Unpad)

KABAR ALAM - Selain dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), PT Bukit Asam Tbk juga menjalin kerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad). Salah satu lingkup kerja sama adalah upaya pengembangan pertambangan batu bara ramah lingkungan.

Kerja sama antara PT Bukit Asam Tbk dan Unpad ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Intercontinental Hotel, Kota Bandung, Jumat, 11 November 2022 lalu. Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti dan Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arsal Ismail.

Dalam sambutannya, Arsal mengatakan, sebagai entitas BUMN, PT Bukit Asam tidak ingin sekadar sebagai perusahaan tambang batu bara belaka. Namun, juga turut berkontribusi dalam menciptakan masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

Baca Juga: Bumi Perkemahan Panten Majalengka: Bisa Berkemah, Outbond, Hingga Menikmati Indahnya Anggrek Gunung Ciremai

Karena itu, kerja sama dengan Unpad difokuskan pada pengembangan sosial kemasyarakatan serta pengembangan produk turunan dari batu bara untuk mewujudkan Indonesia zero emisi pada 2060 mendatang.

Di sektor sosial, kata Arsal, PT Bukit Asam mendorong kontribusi Unpad dalam memperhatikan lingkungan. Pihaknya tidak ingin menjadikan suatu wilayah menjadi “kota mati” tatkala PT Bukit Asam menghentikan proses penambangan dan pindah ke wilayah lain.

Melalui Unpad, ia mendorong ada riset bagaimana menghidupkan sektor UMKM di wilayah eks tambang Bukit Asam. Upaya ini akan mewujudkan komitmen Bukit Asam dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan di wilayah tambang.

Baca Juga: Keindahan Sawah Terasering Ciboer Pass Majalengka Tak Kalah Memesona dari Ubud, Enggak Percaya?

“Kami tidak ingin setelah ditinggalkan menjadi kota mati. Mudah-mudahan ada perspektif sehingga batu bara bisa memberikan nilai tambah,” kata Arsal seperti dikutip KABARALAM.com dari Kanal Media Unpad, Senin, 14 November 2022.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rektor UGM Dukung Program KKN Pengelolaan Sampah

Selasa, 11 Oktober 2022 | 20:17 WIB

Didukung IA ITB, Apa Itu PLN Elevation Watts Up!?

Rabu, 5 Oktober 2022 | 09:14 WIB
X