Diduga Penyebab Gangguan Ginjal Akut, Guru Besar Unpad Ungkap Bahaya Dietilen Glikol dan Etilen Glikol

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Jumat, 21 Oktober 2022 | 06:28 WIB
Prof. apt. Muchtaridi, PhD. (unpad.ac.id)
Prof. apt. Muchtaridi, PhD. (unpad.ac.id)

KABAR ALAM - Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) baru saja mengumumkan lima produk obat sirup mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) melampaui ambang batas aman.

Kendati masih dalam tahap penelitian, senyawa Etilen Glikol (EG) diduga menjadi salah satu penyebab gangguan ginjal akut pada anank yang dalam sepekan terakhir menghebohkan Indonesia.

Soal seberapa bahanyanya senyawa ini, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Prof. apt. Muchtaridi, PhD, menjelaskan, dietilen glikol dan etilen glikol merupakan senyawa pelarut organik dengan rasa manis yang kerap disalahgunakan untuk pelarut obat.

Baca Juga: Top 5 Hits 20 Oktober 2022, Bahaya Dietilen Glikol dan Etilen Glikol Paling Banyak Dicari

Kelarutan dan rasa manisnya tersebut kerap disalahgunakan untuk mengganti propilen glikol atau polietiken glikol.

“Masalahnya, dietilen glikol dan etilen mengalami oksidasi oleh enzim,” kata Prof. Muchtaridi seperti dikutip KABARALAM.com dari laman Kanal Media Unpad, Jumat, 21 Oktober 2022.

Dijelaskannya, ketika masuk ke tubuh, senyawa ini mengalami oksidasi oleh enzim sehingga menjadi glikol aldehid, kemudian kembali dioksidasi menjadi asam glikol oksalat dan kemudian membentuk lagi menjadi asam oksalat yang memicu membentuk batu ginjal.

Baca Juga: Ini Lima Merk Obat Sirup yang Mengandung Cemaran Etilen Glikol (EG) Melampaui Ambang Batas Aman

Prof. Muchtaridi memaparkan, asam oksalat jika sudah mengkristal akan berbentuk seperti jarum tajam.

“Asam oksalat kelarutannya kecil, kalau ketemu kalsium akan terbetuk garam yang sukar larut air dan larinya akan ke organ seperti empedu dan ginjal. Jika lari ke ginjal akan jadi batu ginjal. Kristalnya tajam akan mencederai ginjal,” terangnya.

Jika kondisi ini terjadi pada anak-anak yang notabene memiliki ukuran ginjal lebih kecil, dampak yang ditimbulkan akan parah. Tidak hanya memapar di ginjal, efeknya juga bisa lari ke jantung dan juga bisa memicu kematian yang cepat.

Baca Juga: Sekolah Farmasi ITB: Hindari Beli Obat Lewat Jalur Tidak Resmi, Cek Kemasan, Izin Edar dan Tanggal Kadaluwarsa

“Yang paling berbahaya ketika kondisi ini terjadi di negara-negara kering. Kondisi dehidrasi akan mempercepat pembentukan asam oksalatnya. Contohnya seperti di Gambia,” katanya.

Karena efek sampingnya yang berbahaya, dietilen glikol dan etilen glikol sebenarnya sudah dilarang ketat penggunaannya dalam obat oleh Food and Drugs Administration (FDA) sejak 1938.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Sumber: unpad.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X