KABAR ALAM - Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) baru saja mengumumkan lima produk obat sirup mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) melampaui ambang batas aman.
Kendati masih dalam tahap penelitian, senyawa Etilen Glikol (EG) diduga menjadi salah satu penyebab gangguan ginjal akut pada anank yang dalam sepekan terakhir menghebohkan Indonesia.
Soal seberapa bahanyanya senyawa ini, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Prof. apt. Muchtaridi, PhD, menjelaskan, dietilen glikol dan etilen glikol merupakan senyawa pelarut organik dengan rasa manis yang kerap disalahgunakan untuk pelarut obat.
Baca Juga: Top 5 Hits 20 Oktober 2022, Bahaya Dietilen Glikol dan Etilen Glikol Paling Banyak Dicari
Kelarutan dan rasa manisnya tersebut kerap disalahgunakan untuk mengganti propilen glikol atau polietiken glikol.
“Masalahnya, dietilen glikol dan etilen mengalami oksidasi oleh enzim,” kata Prof. Muchtaridi seperti dikutip KABARALAM.com dari laman Kanal Media Unpad, Jumat, 21 Oktober 2022.
Dijelaskannya, ketika masuk ke tubuh, senyawa ini mengalami oksidasi oleh enzim sehingga menjadi glikol aldehid, kemudian kembali dioksidasi menjadi asam glikol oksalat dan kemudian membentuk lagi menjadi asam oksalat yang memicu membentuk batu ginjal.
Baca Juga: Ini Lima Merk Obat Sirup yang Mengandung Cemaran Etilen Glikol (EG) Melampaui Ambang Batas Aman
Prof. Muchtaridi memaparkan, asam oksalat jika sudah mengkristal akan berbentuk seperti jarum tajam.
“Asam oksalat kelarutannya kecil, kalau ketemu kalsium akan terbetuk garam yang sukar larut air dan larinya akan ke organ seperti empedu dan ginjal. Jika lari ke ginjal akan jadi batu ginjal. Kristalnya tajam akan mencederai ginjal,” terangnya.
Jika kondisi ini terjadi pada anak-anak yang notabene memiliki ukuran ginjal lebih kecil, dampak yang ditimbulkan akan parah. Tidak hanya memapar di ginjal, efeknya juga bisa lari ke jantung dan juga bisa memicu kematian yang cepat.
“Yang paling berbahaya ketika kondisi ini terjadi di negara-negara kering. Kondisi dehidrasi akan mempercepat pembentukan asam oksalatnya. Contohnya seperti di Gambia,” katanya.
Karena efek sampingnya yang berbahaya, dietilen glikol dan etilen glikol sebenarnya sudah dilarang ketat penggunaannya dalam obat oleh Food and Drugs Administration (FDA) sejak 1938.
Artikel Terkait
IDAI Laporkan 152 Kasus Gagal Ginjal pada Anak
Kasus Gangguan Ginjal Akut pada Anak Meningkat, Kemenkes Minta Hentikan Sementara Penggunaan Paracetamol Sirup
Simak, Ini Imbauan IDAI terkait Peningkatan Kasus Gangguan Ginjal Akut pada Anak dan Penggunaan Obat Sirup
Ungkap Gejala Gangguan Ginjal Akut, Dinkes Kota Bandung Belum Dapat Instruksi Penarikan Obat Sirup
Sekolah Farmasi ITB : Apa Itu Dietilen Glikol dan Etilen Glikol?