Diduga Penyebab Gangguan Ginjal Akut, Guru Besar Unpad Ungkap Bahaya Dietilen Glikol dan Etilen Glikol

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Jumat, 21 Oktober 2022 | 06:28 WIB
Prof. apt. Muchtaridi, PhD. (unpad.ac.id)
Prof. apt. Muchtaridi, PhD. (unpad.ac.id)

Namun, pada 1998, India mencatat ada kasus sedikitnya 150 anak meninggal dengan penyakit yang sama dalam lima tahun terakhir. Setelah diinvestigasi, 26 kasus dinyatakan positif karena dietilen glikol yang terkandung dalam obat flu.

Baca Juga: Perhutani Berkontribusi Dalam Perdagangan Karbon

Ia mengungkap, oknum produsen farmasi “nakal” masih menggunakan dua senyawa ini karena mudah diproduksi dan murah dibandingkan pelarut-pelarut lainnya.
Prof. Muchtaridi mengatakan, kematian akibat gagal ginjal akut misterius di Indonesia masih perlu ditelusuri lebih lanjut apakah karena dua senyawa tersebut atau bukan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ini menyatakan bahwa obat yang menyebabkan kematian di Gambia tidak terdaftar di Indonesia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa parasetamol merupakan analgesik paling aman untuk demam.

“Ada analgesik lain, contohnya ibuprofen. Ketika demamnya tinggi dan terindikasi demam berdarah di mana sel darahnya terganggu, minum ibuprofen justru akan memperparah. Yang paling aman justru parasetamol,” paparnya.

Baca Juga: Pertamina dan Bursa Efek Indonesia Berkolaborasi Jualan Karbon

Bagi masyarakat yang ingin menghindari dahulu penggunaan parasetamol sirup, Prof. Muchtaridi menyarankan untuk mengonsumsi parasetamol berbentuk tablet. Selain itu, penggunaan puyer dinilai lebih manjur untuk dikonsumsi anak-anak.

“Kalau anak-anak susah makan puyer, bisa dicampur dengan air yang bisa diperoleh di apotek. Itu kalau masih takut akan parasetamol sirup,” pungkasnya.*

Disclaimer
Berita ini sudah tayang di Kanal Media Unpad dengan judul Mengapa Dietilen Glikol dan Etilen Glikol Memicu Gagal Ginjal?

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Sumber: unpad.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X