KABARALAM - Keracunan etilen glikol dan dietilen glikol masih disebut sebagai salah satu penyebab tingginya kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak di Indonesia.
Zat ini dikatakan menjadi salah satu pelarut dalam obat sirup karena bersifat antibeku dan stabilizer. Betapa kagetnya publik, ketika mengetahui informasi jika Etilen glikol (EG) salah satu alkohol yang sering digunakan sebagai pembuatan pelarut (solvent), cat, plastik dan minyak rem.
Bagaimana bisa bahan berbahaya bagi manusia menjadi salah satu bahan tambahan obat sirup. Fenomena ini menjadi catatan buruk bagi dunia kesehatan di Indonesia.
Baca Juga: Antisipasi Longsor Susulan, BPBD Sumedang Tutupi Bekas Longsoran di Cadas Pangeran dengan Terpal
Dikutip dari paparan dr. Reza Fahlevi, Sp.A Nefrologi Ilmu Kesehatan Anak RSCM dalam webinar yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Tenaga Profesi Kesehatan Islami (ProKami), senyawa ini mempunyai sifat sangat cepat diserap oleh saluran pencernaan, dimetabolisme oleh hati dan menghasilkan zat utama yang bersifat toksik. Butuh waktu sekitar 5-28 jam untuk mengeliminasi etilen glikol dari tubuh.
Dikatakan Reza, dalam proses penelusuran dan investigasi penyebab gangguan ginjal akut misterius pada anak, ditemukan kecocokan dengan kasus MSIC yaitu multisystem inflammatori system in children yang sebelumnya juga booming pada saat covid.
“Jadi karena reaksi imunologi atau daya tahan tubuh yang berlebih setelah seorang anak terkena atau terinfeksi covid 19 sebelumnya," ujar Reza.
Baca Juga: Seekor Gajah di PLG Taman Nasional Way Kambas Ditemukan Mati, Penyebabnya Belum Diketahui
Kecocokan dengan kasus MIS-C yang dimaksud diantaranya adalah, ditemukannya reaksi imunologi atau daya tahan tubuh yang berlebih, setelah seorang anak terkena atau terinfeksi covid sebelumnya. Kemudian profil gangguannya tidak hanya pada ginjal, tapi juga ada peningkatan enzim jantung. Selanjutnya, ada pengentalan darah dan kemudian ada fungsi hati juga menurun.
Diketahui kemudian, ada penurunan kesadaran dan ada keterlibatan berbagai organ. Diungkapkan Reza, gejala tersebut kemungkinan cocok dengan gejala dari MIS-C.
Namun demikian, hipotesis ini masih bersifat sementara, sebab masih dalam proses investigasi dan mengikuti perkembangan terbaru.
Baca Juga: Sampel Pasien Gagal Ginjal Akut Mulai Diperiksa di Laboratorium Forensik Polri
“Saya jelaskan sedikit hipotesis mengenai MIS-C, jadi seorang anak itu kalau dia sudah pernah terinfeksi covid sebelumnya baik dia sadar dan ataupun nggak sadar, maka itu ada reaksi imun yang berlebihan dalam tubuhnya, dan itu bisa menyerang berbagai organ lain. Jadi bisa menyerang ke jantung, kemudian ke saluran cerna, bisa ke sistem saraf sehingga penurunan kesadaran ya, juga bisa menyebabkan gangguan ginjal,” ungkap Reza.
Artikel Terkait
Webinar Prokami : Jadikan EG dan DEG sebagai Penyebab Gagal Ginjal Akut Terlalu Prematur
Kasus Gagal Ginjal Akut Merebak, BPOM Akui Hadapi Hambatan Pengawasan Impor Zat Pelarut
Penanganan Gagal Ginjal Akut, Legislator Ultimatum Kemenkes dan BPOM
Alhamdulillah, 200 Vial Fomepizole Obat Gangguan Ginjal Akut Sudah Tiba di Tanah Air
Polri Sudah Perintahkan Polda Seluruh Indonesia Kumpulkan Sampel Penderita Gagal Ginjal Akut
Kenali Gejala Gagal Ginjal Akut Demi Penanganan Sedini Mungkin
Webinar ProKami : Menelusuri Penyebab Gangguan Ginjal Akut Misterius pada Anak