KABARALAM - Beberapa bulan terakhir ini, istilah gangguan ginjal akut menjadi isu yang banyak dibahas media di Indonesia. Hal ini, dimulai sejak ditemukannya kasus gangguan ginjal akut (GnGA) pada anak umur 1-6 tahun di Indonesia dengan angka yang cukup tinggi.
Hingga saat ini, berbagai upaya edukasi kepada masyarakat telah dilakukan banyak pihak untuk mengetahui sebab musabab dari fenomena yang cukup mengkhawatirkan ini. Selain Kementerian Kesehatan, BPOM dan lembaga atau organisasi lainnya yang berkaitan, terus berjibaku menelusuri penyebab gangguan ginjal akut misterius pada anak.
Perhimpunan Tenaga Profesi Kesehatan Islami (ProKami) adalah salah satunya. Berupaya mengedukasi dan berbagi pengetahuan kepada masyarakat awam, apa yang menjadi alur berpikir terkini di kalangan praktisi kesehatan.
Baca Juga: Kebun Teh Cipasung, Salah Satu Destinasi Wisata Recommended di Majalengka
Reza Fahlevi, Sp.A Nefrologi Ilmu Kesehatan Anak RSCM, adalah salah satu dari sekian banyak praktisi kesehatan yang tergerak untuk mengedukasi masyarakat secara khusus mengenai gangguan ginjal akut misterius yang sedang marak terjadi. Materi yang disampaikan pada webinar yang diselenggarakan oleh ProKami (23/10) berjudul "Gagal Ginjal Akut Progresive Atipikal yang diselenggarakan secara daring melalui zoom dan youtube.
Menurut Reza dalam paparannya menerangkan bahwa, definisi dari gangguan ginjal akut (GnGA) atau acute kidney injury (AKI), merupakan penurunan fungsi ginjal secara mendadak, yang menyebabkan akumulasi produk sisa metabolik seperti kreatinin dan ureum darah dan atau penurunan produksi urin.
“Definisinya intinya adalah, penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara akut, artinya di sini kurang dari 3 bulan,” ujar Reza.
Baca Juga: 10 Manfaat Melinjo yang Mencengangkan, Salah Satunya untuk Kesehatan Ginjal
Diterangkan Reza, ginjal mempunyai dua fungsi utama, yang pertama yaitu mengeluarkan urine dan mengeluarkan air yang berlebih dalam tubuh manusia.
Reza kemudian menerangkan bahwa fungsi ginjal yang kedua adalah untuk mengeluarkan racun. Ketika fungsi ginjal itu menurun, maka racun yang seharusnya keluar melalui urin menjadi tidak bisa keluar, sehingga menyebabkan tubuh seorang anak ataupun dewasa menjadi bengkak. Hal itu merupakan karakteristik utama dari GnGA.
Menurut Reza, definisi dari Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal menurut definisi operasionalnya yang pertama adalah anak usia 0-18 tahun (mayoritas balita). Memiliki demam atau riwayat demam atau gejala infeksi lain dalam 14 hari terakhir.
Baca Juga: 10 Manfaat Melinjo yang Mencengangkan, Salah Satunya untuk Kesehatan Ginjal
Artikel Terkait
Bertambah 18, Kemenkes Tegaskan Penambahan Kasus Baru Gagal Ginjal Akut pada Anak Cuma 3 Orang
Update Gagal Ginjal Akut pada Anak, Kemenkes Tegaskan Jangan Dulu Pakai Obat Sirop
Webinar Prokami : Jadikan EG dan DEG sebagai Penyebab Gagal Ginjal Akut Terlalu Prematur
Kasus Gagal Ginjal Akut Merebak, BPOM Akui Hadapi Hambatan Pengawasan Impor Zat Pelarut
Penanganan Gagal Ginjal Akut, Legislator Ultimatum Kemenkes dan BPOM
Polri Sudah Perintahkan Polda Seluruh Indonesia Kumpulkan Sampel Penderita Gagal Ginjal Akut
Kenali Gejala Gagal Ginjal Akut Demi Penanganan Sedini Mungkin