Webinar ProKami : Menelusuri Penyebab Gangguan Ginjal Akut Misterius pada Anak

photo author
Mia Nurmiarani, Kabar Alam
- Minggu, 30 Oktober 2022 | 21:45 WIB
dr. Reza Fahlevi, Sp.A Nefrologi Ilmu Kesehatan Anak RSCM memaparkan materi pada Webinar Prokami 23 Oktober 2022 (Tangkapan layar youtube Prokami TV)
dr. Reza Fahlevi, Sp.A Nefrologi Ilmu Kesehatan Anak RSCM memaparkan materi pada Webinar Prokami 23 Oktober 2022 (Tangkapan layar youtube Prokami TV)

dr. Reza Fahlevi, Sp.A Nefrologi Ilmu Kesehatan Anak RSCM memaparkan materi pada Webinar Prokami 23 Oktober 2022
dr. Reza Fahlevi, Sp.A Nefrologi Ilmu Kesehatan Anak RSCM memaparkan materi pada Webinar Prokami 23 Oktober 2022 (Tangkapan layar youtube Prokami TV)

Jika dipertanyakan apa penyebab gangguan ginjal pada anak, sampai saat ini masih belum pasti, karena masih dalam proses investigasi. Para praktisi kesehatan berupaya untuk  membuka pikiran seluas mungkin terhadap berbagai kemungkinan penyebab. Menelusuri berbagai kemungkinan penyebab gangguan ginjal akut misterius pada anak.

Namun demikian, sampai saat ini, para praktisi kesehatan menduga kemungkinan penyebabnya antara lain, yang pertama adalah infeksi bakteri, yang kedua infeksi virus. Yang ketiga adalah Multisystem Inflammatory System in Children (MIS-C) dan ke empat adalah toksisitas.

“Jadi kita udah mencoba untuk menelusuri pertama penyebab dari infeksi, karena infeksi salah satu yang sering menyebabkan gangguan ginjal akut pada anak karena rata-rata anak ini. Dia awalnya muncul dengan gejala demam, kemudian ada gejala saluran cerna, misalnya diare atau muntah atau ada gejala saluran nafas ya misalnya batuk pilek ya,” ungkap Reza.

Baca Juga: Polri Sudah Perintahkan Polda Seluruh Indonesia Kumpulkan Sampel Penderita Gagal Ginjal Akut

“Kemudian dalam beberapa hari progresnya cepat tiba-tiba nggak ada urine, maka pertama kita berpikir karena ada demam maka mungkin infeksi. Apakah infeksi bakteri tertentu maka dilakukanlah pemeriksaan gitu ya, kemudian apakah mungkin infeksi virus, ya kita nggak tahu juga. Mungkin ada virus baru ataukah ada virus bermutasi gitu, atau terkait dengan MISC yaitu multisystem inflammatori system in children yang sebelumnya juga sempat booming pada saat covid,” tambah Reza.

Setelah dilakukan penelusuran pada beberapa kasus gangguan ginjal akut pada anak, ditemukan berbagai kecocokan dengan kasus MIS-C. Diantaranya adalah, ditemukannya reaksi imunologi atau daya tahan tubuh yang berlebih setelah seorang anak terkena atau terinfeksi covid sebelumnya.

“Dilihat dari profil gangguannya tidak hanya pada ginjal, tapi juga ada peningkatan enzim jantung.

Kemudian ada pengentalan darah dan kemudian ada fungsi hati juga menurun. Kemudian ada penurunan kesadaran juga jadi kita melihat ada keterlibatan berbagai organ. Gejala tersebut kemungkinan cocok dengan gejala dari MIS-C,” ujar Reza.***

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X