Webinar Prokami : Jadikan EG dan DEG sebagai Penyebab Gagal Ginjal Akut Terlalu Prematur

photo author
Mia Nurmiarani, Kabar Alam
- Jumat, 28 Oktober 2022 | 18:59 WIB
Dhadhang Wahyu Kurniawan, B.Pharm, M.Sc., Ph.D. katakan terlalu premature apabila menjadikan EG dan DEG  sebagai penyebab utama gagal ginjal dalam webinar PROKAMI pada 23 Oktober 2022 (tangkapan layar youtobe webinar Prokami)
Dhadhang Wahyu Kurniawan, B.Pharm, M.Sc., Ph.D. katakan terlalu premature apabila menjadikan EG dan DEG sebagai penyebab utama gagal ginjal dalam webinar PROKAMI pada 23 Oktober 2022 (tangkapan layar youtobe webinar Prokami)

 

 

KABARALAM - Maraknya kasus gagal ginjal akut pada anak akhir-akhir ini menimbulkan kepanikan banyak pihak. Bagaimana tidak, hingga Senin 24 Oktober 2022 menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI)  tercatat 251 kasus yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia. Anak meninggal terlapor di angka 56 persen atau sebanyak 143 kasus.

Dalam webinar Edukasi Publik dengan tema "Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak Meningkat, Obat Sirup Ditangguhkan" apt. Dhadhang Wahyu Kurniawan, B.Pharm, M.Sc., Ph.D. Dosen dan peneliti Departemen Farmasi Universitas Jenderal Soedirman, mengatakan bahwa, terlalu prematur apabila menjadikan EG dan DEG sebagai penyebab utama merebaknya gagal ginjal akut pada anak-anak.

Pernyataan tersebut, disampaikan dalam paparan webinar yang berjudul "Kandungan dan Zat Pelarut pada Obat Sirup", pada webinar yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Tenaga Profesi Kesehatan Islami (PROKAMI).

Dikatakan Dhadhang, tidak ditemukan jalur bagaimana propylene glycol (PPG) dan/atau polyethylene glycol (PEG)  di dalam tubuh menjadi EG dan DEG.

 Baca Juga: Jumlah Obat Sirop Aman Dikonsumsi Bertambah, Ini Link Daftar Lengkapnya!

Jika ternyata ditemukan EG dan DEG di dalam tubuh pasien-pasien gagal ginjal akut, Dhadhang mengatakan bahwa kemungkinan disebabkan oleh ketidakmurnian PPG dan/atau PEG.

Apabila hal ini  yang terjadi, maka pelaku industri farmasi di Indonesia  harus semakin meningkatkan pengendalian dan  penjaminan mutu produk-produk mereka.

Dalam webinar ini Dhadhang,  mengawali paparannya menjelaskan mengenai desain obat sirup mencakup kombinasi zat aktif (bahan berkhasiat), bahan pembantu (eksipien).

Dhadhang Wahyu Kurniawan, B.Pharm, M.Sc., Ph.D. katakan terlalu premature apabila menjadikan EG dan DEG  sebagai penyebab utama gagal ginjal dalam webinar PROKAMI pada 23 Oktober 2022
Dhadhang Wahyu Kurniawan, B.Pharm, M.Sc., Ph.D. katakan terlalu premature apabila menjadikan EG dan DEG sebagai penyebab utama gagal ginjal dalam webinar PROKAMI pada 23 Oktober 2022 (Tangkapan layar youtube webinar PROKAMI)

Baca Juga: Besok Dibuka Kembali, Cek Kuota Harian Pendakian di Gunung Marapi

“Jadi ketika kita mendesain atau merancang suatu obat sirup, pasti dia akan terdiri dari yang namanya zat aktif atau bahan berkhasiat. Dan di sana ada bahan pembantu atau eksipien," jelas Dhadhang.

"Jadi, yang namanya misalkan yang sedang in sekarang Paracetamol itu, isinya tidak melulu  hanya parasetamol. Kenapa dibuatkan sirup, tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas obat tersebut dan akseptabilitas pasien,” tambah Dhadhang.

Dalam merancang formulasi obat sirup, menurut Dhadhang memerlukan beberapa pertimbangan, antara lain adalah konsentrasi zat aktif, kelarutan zat aktif, pemilihan pembawa, apakah berupa air atau minyak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X