Pakar ITB : Bangun Kolaborasi, Maksimalkan Potensi Bantuan untuk Penanganan Pasca Gempa Cianjur

photo author
Mia Nurmiarani, Kabar Alam
- Senin, 26 Desember 2022 | 21:29 WIB
Profil kerusakan bagunan sekolah di Cianjur (Dok. FITB ITB)
Profil kerusakan bagunan sekolah di Cianjur (Dok. FITB ITB)

KABAR ALAM - Secara limiah gempa bumi yang 5,6 M yang melanda Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 tidak menghasilkan robekan di permukaan bumi, namun jika sumber gempa dangkal pada kedalaman 10 Km, hal tersebut memungkinkan terjadi robekan pada permukaan bumi, walaupun tidak terlalu besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Pakar gempa Institut Teknologi Bandung, Dr. Irwan Meilano, S.T, M.Sc., berpendapat mengenai topik relokasi akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 yang melanda Cianjur pada saat wawancara langsung dengan Tim Kabaralam.com pada 21 Desember 2022 yang lalu.

“Kalau dangkal mungkin ini, tetapi kemudian dangkal itu menjadi dasar jangan-jangan memang ada robekan nya. Nah, itu yang kita sedang minta validasi dari riset lainnya termasuk dari BRIN. Sekarang mereka lagi survei cukup intensif untuk membuktikan hal tersebut,” kata Dr. Irwan, Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (FITB ITB).

Baca Juga: Rakernas IA ITB 2022: Arahkan Dunia Pendidikan Berbasis Teknologi serta Pengembangan Masyarakat Pesisir dan 3T

“Satu hal yang saya pahami bahwa bencana dalam skala Cianjur itu sangat berat apabila hanya ditangani oleh pemerintah daerah Cianjur sendiri,” ujar Dr. Irwan.

Menurutnya, stakeholder dan pihak pemerintah terkait lainnnya harus membantu penanganan gempa bumi, agar pemulihan pasca gempa Cianjur cepat teratasi.

Dr. Irwan mengatakan jika Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur memiliki komitmen yang luar biasa, namun ia juga paham akan kapasitas BPBD sangat terbatas. Tidak hanya sumber daya manusia, namun juga soal pendanaan dan pengalaman.

Tim FITB ITB melakukan kunjungan ke BPBD Kab. Cianjur
Tim FITB ITB melakukan kunjungan ke BPBD Kab. Cianjur (Dok. FITB ITB)

Baca Juga: Rakernas IA ITB 2022 : Dengan Sentuhan Teknologi, Ciptakan Nilai Tambah, UMKM Naik Kelas

“Ketika pertanyaannya apa yang harus dilakukan oleh pemerintah Kab. Cianjur, yang pertama adalah bangun kolaborasi. Jadi pemerintah daerah harus merangkul seluruh stakeholder yang ingin berkontribusi tetapi dalam konteks untuk membangun Cianjur dengan lebih baik,” terang Dr. Irwan.

Selain itu, Dr. Irwan mengatakan jika kejadian gempa bumi Cianjur adalah suatu bencana yang dampaknya sangat luar biasa dan tidak boleh terulang lagi di masa depan. Untuk itu harus ada upaya untuk menjadikan Cianjur lebih baik daripada sebelum bencana.

Baca Juga: IA ITB Siap Bangun Hunian Sementara untuk Korban Gempa Cianjur

“Potensi itu ada karena kita termasuk bangsa yang punya kelebihan yaitu kita selalu ingin gotong royong membantu satu sama lain, ketika ada yang menjadi survivor maka kita akan menjadi supporter bagi para korban, dan itu banyak sekali ditemukan di banyak daerah,” jelas Dr. Irwan.

Menurutnya, jangan sampai kita tidak bisa memaksimalkan potensi kolaborasi tersebut, sehingga ketika membangun, sporadis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X