• Jumat, 9 Desember 2022

Ini Penjelasan Pakar ITB Mengapa Gempa Cianjur Sebabkan Kerusakan Masif

- Rabu, 23 November 2022 | 06:14 WIB
Gempa bumi di Kab. Cianjur sebabkan kerusakan masif. (BPBD Kabupaten Cianjur)
Gempa bumi di Kab. Cianjur sebabkan kerusakan masif. (BPBD Kabupaten Cianjur)

KABAR ALAM – Gempa bumi yang melanda Cianjur, Senin 21 November 2022 menelan banyak korban jiwa. Selain itu, gempa Cianjur juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang masif.

Hingga Selasa 22 November 2022, pukul 17.00 WIB, jumlah korban jumlah korban akibat gempa Cianjur sebanyak 268 orang meninggal, 1.083 orang luka-luka, 58.362 orang mengungsi, dan kerusakan infrastruktur seperti rumah rusak total berjumlah 22.198 unit.

Jika ditinjau dari segi kekuatan, gempa Cianjur tergolong tidak besar, yaitu magnitudo 5,6. Namun, dampak yang dirasakan akibat gempa tersebut cukup signifikan.

Pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano mengatakan bahwa hal ini disebabkan hiposentrumnya yang tergolong dangkal, terdapat lapisan yang cukup halus, dan bangunan di atasnya yang tidak tahan gempa.

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG untuk Warga Cianjur: Waspadai Bencana Lanjutan Longsor dan Banjir Bandang!

Ia mengatakan, ada pembelajaran yang bisa dipetik dari bencana yang terjadi di Kabupaten Cianjur ini. Perhatian utama berada di pemerintah dan pemda, perlu ada upaya untuk memahami bahwa daerah tersebut memiliki potensi gempa.

“Penataan ruang dan kaidah pembangunan yang dilakukan tiap daerah harus disesuaikan dengan struktur geologinya serta jaraknya dari sumber gempa. Selain itu, masyarakat juga harus melek literasi dan pengetahuan bahwa mereka tinggal di daerah yang rawan gempa sehingga mitigasi dapat dilakukan,” bebernya seperti dikutip dari laman resmi ITB, Selasa 22 November 2022.

Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB tersebut menjelaskan, ketika bencana telah terjadi, terdapat waktu (golden time) untuk evakuasi yang hanya berkisar rata-rata 30 menit setelah gempa bumi.

“Hal yang dapat dilakukan setelah bencana terjadi adalah memberikan respons yang terbaik. Kita harus belajar dari Jepang dalam memanfaatkan golden time ini. Rumah sakit darurat, pengungsian sementara, air dan sanitasi yang baik, mulai dipersiapkan sekarang. Jika hanya fokus pada yang terluka, lantas mengesampingkan hal-hal vital yang harus dipersiapkan, maka orang yang selamat pun dapat menjadi korban selanjutnya,” katanya lebih lanjut.

Halaman:

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: itb.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X