KABAR ALAM - Pakar gempa Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr. Irwan Meilano, berencana akan membuat dokumen akademik mengenai gempa Cianjur, sebagai hasil penelitian yang dilakukan selama ini.
Selain itu Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (FITB ITB) berkomitmen melakukan kolaborasi dengan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur.
“Banyak hal termasuk diantaranya adalah training kapasitas, kemudian termasuk kita bisa bantu untuk bersama-sama membuat membuat model risiko, sebenarnya ketika diperluas kerjasamanya dengan yang stakeholder lainpun, kita dengan senang hati akan support," ujar Dr. Irwan.
Baca Juga: IA ITB Siap Bangun Hunian Sementara untuk Korban Gempa Cianjur
Jika terbuka kemungkinan untuk berkolaborasi dengan cakupan yang lebih luas, Dr. Irwan mengatakan akan disupport oleh tim FITB ITB.
“Jadi kita ada strategi internal yaitu memperkuat kapasitas kita, dengan belajar dari apa yang telah terjadi di Cianjur. Saat ini ada 2 mahasiswa S3, 1 mahasiswa S2 dan beberapa mahasiswa S1 yang belajar dari Cianjur. Kita berusaha untuk model pengurangan risiko bencana dan kita berupaya untuk mengimplementasikan lewat kerjasama kita ke BPBD. Tapi kelemahannya di kampus sering kali kita tidak punya endurance yang panjang, sehingga kolaborasi menjadi penting,” ungkap Dr. Irwan.
“Saya paham betul juga untuk membangun kerjasama longterm dengan BPBD itu tidak mudah. Perlu komitmen dan chemistry bersama agar bisa terus berlanjut,” sesal Dr. Irwan.
Baca Juga: Satgas IA ITB Berikan Bantuan Obat-obatan dan Alkes ke RSUD Cimacan, Kabupaten Cianjur
Dikatakan Dr. Irwan, FITB ITB merasa punya tanggung jawab terhadap bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur.
Selain karena secara geografis jarak antara Bandung dan Cianjur sangat dekat, jika dibandingkan dengan wilayah gempa di lokasi lainnya, di mana FITB ITB selalu bekontribusi di mana pun bencana gempa bumi berada.
“Tapi kalau kita merasa punya responsibility, karena ini tuh deket banget dengan ITB, sementar kita kontribusi kemana-mana. Di aceh, Nias, kita ke Padang, di Mentawai 2010. Kemudian Palu 2018, Lombok 2018, Mamuju - Majene - Ambon 2019 kita mengerjakan banyak hal di sana,” ungkap Dr. Irwan.
“Terus kalau ninggalin di sini tuh (Cianjur) nggak mungkin, kami akan ikut terus, selama dibutuhkan kami akan membantu semaksimal mungkin. Kita berkomitmen untuk melakukan hal itu,” tambahnya.
Artikel Terkait
Sekolah Farmasi dan LPPM ITB Kerahkan 13 Tim Aksi Tanggap Bencana Cianjur
Sekolah Farmasi dan LPPM ITB Pastikan Bantuan Bencana Cianjur Berkelanjutan
Korban Gempa Bumi di Cugenang Cianjur Takkan Dapat Bantuan Renovasi Rumah, Begini Penjelasan Ridwan Kamil
Pakar ITB Ungkap Keberadaan Sesar Cugenang di Balik Gempa Bumi Cianjur
Pakar ITB : Segera Bangun Hunian Tetap untuk Penyintas Gempa Cianjur
FITB ITB Tawarkan Bantuan Kajian Strategis Mitigasi Bencana kepada BPBD Kab. Cianjur