Sekolah Farmasi dan LPPM ITB Pastikan Bantuan Bencana Cianjur Berkelanjutan

- Rabu, 30 November 2022 | 13:37 WIB
Tim relawan bergerak tangani aspek psikososial bagi pengungsi korban gempa bumi Cianjur (Dok. Sekolah Farmasi ITB)
Tim relawan bergerak tangani aspek psikososial bagi pengungsi korban gempa bumi Cianjur (Dok. Sekolah Farmasi ITB)

KABAR ALAM - Gerakan Aksi Tanggap Bencana Cianjur yang diinisiasi oleh Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF ITB) kolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB serta bekerjasama dengan Ikatan Alumni Farmasi (IA FA)  ITB tidak terhenti di aksi bantuan pemenuhan kebutuhan harian pengungsi, seperti kebutuhan makanan, sembako, obat-obatan. Namun, gerakan ini juga menyentuh aspek sosial, yaitu pemulihan psikososial bagi para korban gempa bumi.

apt. Tomi Hendrayana, S.Si., M.Si. dari Kelompok Keahlian Farmakologi-Farmasi Klinik ITB selaku Ketua Tim Aksi Tanggap Bencana ITB mengatakan bahwa yang dilakukan tim relawan SF ITB dan LPPM ITB  merupakan bentuk kepedulian ITB terhadap masyarakat sekitar.

ITB sendiri menurunkan 13 tim dengan keahlian spesifik  sesuai dengan keahlian pada dosennya seperti tim penyediaan dan pengolahan air bersih, tim penyediaan shelter, tenda atau hunian sementara (huntara), tim pengelolaan limbah plastik dan sampah hingga tim yang memberi bantuan logistik, melakukan pelayanan kesehatan serta bantuan psikososial.

Baca Juga: Sekolah Farmasi dan LPPM ITB Kerahkan 13 Tim Aksi Tanggap Bencana Cianjur

Dikatakan Tomi selaku Ketua Tim Aksi Tanggap Bencana Cianjur aksi sosial ini direncanakan tidak hanya dilakukan sekali, namun berkelanjutan hingga waktu yang belum ditentukan.

“Kegiatan berikutnya berupa pemberian dukungan logistik, layanan kesehatan bekerja sama dengan UPT Layanan Kesehatan ITB serta bantuan psikososial untuk membantu memulihkan trauma khususnya pada anak-anak bekerja sama dengan mahasiswa HMF, insya Allah akan diadakan hari Sabtu, 3 Desember 2022 serta 10 Desember 2022,” terang Tomi dalam komunikasi yang disampaikan kepada tim Kabaralam.com melalui whatsapp.

Menurut Tomi, pasca gempa Cianjur, selain menyisakan kerusakan pada bangunan, ternyata ada dampak lain yang lebih serius yaitu trauma psikologis para korban gempa, terutama bagi anak-anak.

Tim relawan bergerak tangani aspek psikososial bagi pengungsi korban gempa bumi Cianjur (Dok. Sekolah Farmasi ITB)

Baca Juga: Dibantu Anjing Pelacak, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian 9 Korban Gempa Bumi Cianjur

Halaman:

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X