Sekolah Farmasi ITB : Apa Itu Dietilen Glikol dan Etilen Glikol?

photo author
Mia Nurmiarani, Kabar Alam
- Kamis, 20 Oktober 2022 | 10:49 WIB
Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (Dok. Istimewa)
Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (Dok. Istimewa)

Edaran tertulis yang dikeluarkan Sekolah Farmasi ITB ini menyebutkan bahwa dalam pembuatan sirup obat, salah satu bahan tambahan penting yang sering digunakan adalah bahan pelarut, seperti propilen glikol atau gliserin.

Dietilen glikol atau etilen glikol, tidak digunakan sebagai bahan pelarut pada obat sirup. Kedua bahan tersebut yaitu EG dan DEG, menurut Sekolah Farmasi ITB dapat menjadi pengotor atau cemaran pada pelarut seperti propilen glikol atau gliserin.

Untuk itu, dalam persyaratan registrasi produk obat yang dikeluarkan oleh berbagai otoritas kesehatan, ditentukan batas maksimum cemaran dietilen glikol atau etilen glikol yang diperbolehkan.

Baca Juga: Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono Perintahkan Lurah Lakukan Penghijauan

Selama penggunaan EG dan DEG ini masih dalam bawah ambang batas maksimum, maka penggunaan produk obat dinilai aman seperti yang dinyatakan oleh berbagai otoritas kesehatan yang ada di Indonesia maupun dunia.

Merujuk pada situs web https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3614107/, sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 2011 telah memeriksa kandungan dietilen glikol pada produk obat sirup untuk batuk dan flu impor dari negara-negara Asia yang beredar di pasaran negara tersebut.

Penelitian tersebut menemukan bahwa kandungan dietilen glikol tertinggi yang ditemukan jumlahnya ternyata 800 kali lebih rendah dari jumlah yang terbukti menimbulkan keracunan. Penelitian tersebut kemudian menyimpulkan, cemaran DEG tersebut tidak menimbulkan ancaman terhadap kesehatan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X