KABAR ALAM - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia tengah mempersiapkan penerapan green laboratory yang berdasarkan prinsip-prinsip keberlanjutan.
Rencana penerapan green laboratory itu disampaikan Kepala BPOM RI, Dr. Penny K. Lukito, MCP pada acara Advisory Board Sharing Session (ABSS) sebagai salah satu rangkaian acara LUSTRUM XV dengan tema “BPOM for Indonesia” pada Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu.
Pada acara Sekolah Farmasi ITB (SF ITB) ini, Kepala BPOM mengatakan, green laboratory tersebut disiapkan dengan pendekatan change in mindset, resource savings, collaboration, dan innovation.
Baca Juga: Road to Rakernas 2022: IA ITB Jabar Kupas Masalah Olahraga dan Kepemudaan, Ternyata Ini Alasannya!
Selanjutnya, BPOM juga meningkatkan proses-proses sampling, pengujian, pengolahan/manajemen data, dan pertukaran informasi yang lebih cepat, tepat, dan akurat. Digital laboratorium juga menjadi sasaran BPOM di masa depan.
Penny menjelaskan, BPOM tidak hanya bertugas sebagai regulator, tetapi bagian dari entitas pemerintah yang ikut dalam pembangunan bangsa. Karena itu, BPOM kerap melakukan kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.
Berbagai arah kebijakan di tahun 2023 di antaranya, efektivitas dan efisiensi pengawasan OM berbasis risiko, pelayanan publik dan pendampingan pelaku usaha, kapasitas sumber daya (SDM, laboratorium, TIK), pemberdayaan masyarakat, koordinasi dan kemitraan dengan pemangku kepentingan, penindakan kejahatan (obat dan makanan ilegal khususnya jaringan daring), akuntabilitas kinerja dan kelembagaan.
Baca Juga: Top 5 Hits 7 Oktober 2022, Dukungan Rakernas IA ITB Terus Mengalir
BPOM juga tidak lepas dari peran sistem teknologi informasi dalam pengawasan obat dan makanan untuk efektivitas pengawasan dan kemudahan perizinan berusaha. Penerapan 2D Barcode dan BPOM Mobile menjadi produk unggulan BPOM dalam pemanfaatan sistem teknologi informasi.
Ia mengatakan, beragam tantangan yang dialami BPOM khususnya di masa pandemi Covid-19 sejak tahun 2020. Namun, menurut Dr. Penny, tantangan yang ada justru sudah dipersiapkan solusinya jauh–jauh hari yang membuat BPOM tetap bertahan dan tetap bisa bersaing secara nasional dan internasional.
Di masa pandemi, BPOM melakukan inovasi regulasi untuk percepatan akses obat dan vaksin, pemberian izin penggunaan obat (5 jenis obat Covid-19) dan vaksin dalam masa kedaruratan (sebanyak 72 Emergency Use Authorization dan 15 jenis vaksin di Indonesia), mendukung kemandirian akses dan ketersediaan obat dan vaksin nasiona serta optimalisasi laboratorium.
Baca Juga: Kuliah Tamu ITB : 98 Persen Karyawan Freeport Warga Indonesia, Cek Faktanya di Sini!
ITB menjadi salah satu lembaga yang menjadi tempat uji klinik terutama pengembangan obat herbal/bahan alam oleh BPOM. Selain itu, BPOM juga terus melakukan edukasi terhadap masyarakat, dan tetap menjaga kredibilitas dan daya saing di kancah internasional.
Dr. Penny mengatakan bahwa BPOM juga telah melakukan kerja sama dengan ITB sejak tahun 2018-sekarang. Di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
BPOM membuka kesempatan untuk mahasiswa S2/S3 ITB untuk melakukan riset di BPOM dan membuka kesempatan magang kampus merdeka agar mahasiswa memahami regulatory science dan penerapannya.
Artikel Terkait
Kuliah Tamu ITB, Menteri Investasi : Dorong Hilirisasi, Investor Wajib Berkolaborasi dengan Pengusaha Lokal
IA ITB dan Dubes Indonesia untuk Singapura Bahas Program Pengembangan Wilayah 3T
Giliran Pengda Jakarta Dukung Rakernas IA ITB 2022 dengan Bahasan Ekonomi Hijau
Kuliah Tamu ITB : 98 Persen Karyawan Freeport Warga Indonesia, Cek Faktanya di Sini!
Road to Rakernas 2022: IA ITB Jabar Kupas Masalah Olahraga dan Kepemudaan, Ternyata Ini Alasannya!