Kabaralam - “Setiap investor yang masuk melakukan hilirisasi atau memproduksi sumber daya alam di daerah wajib hukumnya untuk berkolaborasi dengan pengusaha daerah dan UMKM di daerah untuk orang daerah menjadi tuan di negeri sendiri”.
Pernyataan itu dengan lantang diucapkan Menteri Investasi/Kepala BKPM 2 Bahlil Lahadalia dalam acara Kuliah Tamu di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 5 Oktober 2022.
Kuliah Tamu PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Kementrian Investasi ini merupakan kunjungan ke 3 setelah sebelumnya dilakukan kegiatan serupa di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Gadjah Mada.
Kunjungan selanjutnya akan dilakukan di Universitas Indonesia di Depok, Universitas Cendrawasih dan STIE Port Numbay di Jayapura, dan Universitas Hasanuddin di Makassar.
Bahlil menegaskan bahwa sejak akhir 2018 Indonesia menguasai saham Freeport menjadi 51% yang semula hanya mempunyai kepemilikan saham dibawah 10%. Pada tanggal 12 Juli 2018, FreeportMcMoran dan INALUM telah menandatangani perjanjian divestasi PT Freeport Indonesia sehingga 51% saham PTFI kini dimiliki secara mayoritas oleh Pemerintah Indonesia, 10% saham diperuntukkan Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika
Selanjutnya, pengalihan kepemilikan 51% saham Freeport menjadi milik Indonesia ini secara resmi ditandai oleh proses pembayaran dan terbitnya Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK) sebagai pengganti Kontrak Karya (KK) PTFI.
Momentum bersejarah pengaliihan kepemilikan 51% saham PT Freeport menjadi milik Indonesia melalui PT Inalum (persero) ini telah ditandatangani oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono di Jakarta, tepatnya pada 21 Desember 2018, 4 tahun yang lalu.
Baca Juga: Top 5 Hits 6 Oktober 2022, Dukungan ITB untuk Transformasi Ekonomi Mengemuka
“Sudah 51% jadi ini sudah milik pemerintah Republik Indonesia, lewat dokumen yang namanya Inalum bukan lagi milikku yang lain,” tutur Bahlil.
Selain itu, PTFI berkomitmen untuk melakukan pembangunan smelter tembaga yang saat ini dalam tahap pembangunan di Gresik, Jawa Timur dan akan selesai pada tahun 2023.
Bahlil juga mengatakan bahwa ia ingin hilirisasi ini terjadi, tetapi juga harus berdampak pada kearifan lokal. Kemudian hal itu dikuatkan lagi dengan adanya peraturan menteri yang mencantumkan bahwa setiap investor yang masuk melakukan hilirisasi atau memproduksi sumber daya alam di daerah wajib berkolaborasi dengan pengusaha daerah dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerah. Hal ini dilakukan semata agar orang daerah menjadi tuan di negeri sendiri.
Artikel Terkait
Top 5 Hits 4 Oktober 2022, Kegiatan IA ITB Mendominasi
IA ITB Jalin Kerja Sama dengan Garuda Indonesia, Begini Kesepahamannya!
IA ITB Agendakan Rakernas di Bangka Belitung Akhir Tahun Ini
ITB Dukung Transformasi Ekonomi melalui Hilirisasi dengan Kearifan Lokal
Pakar ITB Ungkap Tantangan Pembangunan Kota Berkelanjutan
Pengurus Daerah Jabar Siap Sukseskan Rakernas IA ITB 2022
Top 5 Hits 6 Oktober 2022, Dukungan ITB untuk Transformasi Ekonomi Mengemuka
Webinar Kapita Selekta ITB: Relasi Inovasi Teknologi Digital, Mitigasi Bencana Alam dan Keamanan Negara