berita

Pakar ITB Ungkap Keberadaan Sesar Cugenang di Balik Gempa Bumi Cianjur

Jumat, 23 Desember 2022 | 08:59 WIB
Tim FITB ITB melakukan kunjungan ke BPBD Kab. Cianjur (Dok. FITB ITB)


KABAR ALAM - Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (FITB ITB) Dr Irwan Meilano, bersama tim melakukan riset awal survei langsung ke lokasi bencana gempa bumi Cianjur pada 20-22 Desember 2022.

Dalam aktivitas survei tersebut pakar gempa ITB Dr. Irwan Meilano, S.T, M.Sc., mengatakan bahwa riset lapangan yang dilakukan mengkonfirmasi  pengamatan sebelumnya berupa data InSAR (Interferometric Synthetic Aperture Radar), citra satelit dan data pengamatan Global Positioning System (GPS), untuk memahami sumber gempa di Cianjur. 

Termasuk  adanya potensi gempa susulan, yang menjadi salah satu tujuan survei saat ini adalah untuk memperkuat fakta tersebut.

Baca Juga: Rakernas IA ITB 2022: Arahkan Dunia Pendidikan Berbasis Teknologi serta Pengembangan Masyarakat Pesisir dan 3T

“Jadi  kesimpulan awal kita itu, bahwa gempa yang 21 November itu bersumber dari sesar yang kita sebut sebagian dari sistem sesar  Cimandiri,  jadi Sistem Sesar Cimandiri (SSC) dan mungkin membentuk bagian-bagian sesar  kecil dan bisa jadi diantaranya merupakan  Sesar Cugenang,” ungkap Dr. Irwan.

Ia menambahkan, terkait lokasi dan dimensinya masih perlu riset lagi, mungkin hal yang sama disampaikan oleh BMKG atau Badan Geologi, dengan pendekatan metoda keilmuan yang berbeda.

“Jadi kalau pertanyaannya apakah membentuk sesar baru, Sesar Cugenang,  kalau kita berpendapat itu mungkin saja, tetapi  lokasinya masih perlu diverifikasi. Kami melihat bahwa masih perlu waktu berapa lama untuk memastikan di mana lokasi sesar Cugenang itu tepatnya berada,” papar Dr. Irwan.

Salah satu lokasi bencana gempa bumi di Cianjur (Dok. IA ITB)

Baca Juga: Rakernas IA ITB 2022 : Dengan Sentuhan Teknologi, Ciptakan Nilai Tambah, UMKM Naik Kelas

Dikatakan Dr. Irwan, untuk memahami sumber gempa baru, perlu pendekatan multidisiplin. Melalui pendekatan data kegempaan, pendekatan seismologi, kemudian  pendekatan dari data geologi dan data pengamatan geodetik, setelah itu  kemudian dikonfirmasi dan baru dikeluarkan dengan sebuah konsep baru sesar.

“Kita perlu sangat hati-hati, karena dampaknya sangat serius menggunakan pendekatan saintifik terkini”. Kita harus konfrontir dengan data-data yang lain. Baru kita yakin, karena hasil dari kajian ini memberikan  implikasi nanti ke masyarakat, indikasi kebijakan untuk pendefinisian sumber gempa baru,” ucap dia.

Baca Juga: Rakernas IA ITB 2022 : Melawan Pandemi, Laksanakan Vaksinasi Ganesha Bagi 1,2 Juta Masyarakat Indonesia

Dr. Irwan yang juga tergabung dalam Pusat Studi Gempa Nasional mengatakan bahwa untuk mendefinisikan soal kemungkinan munculnya sesar baru ini masih dalam proses riset yang masih berjalan.

“Namun untuk proses rekonstruksi dan rehabilitasi tidak harus menunggu hal ini pasti dulu, proses rehabilitasi dan rekonstruksi sudah bisa mulai dilakukan dengan beberapa catatan,” terang Dr. Irwan.***

Tags

Terkini