Dosen SITH ITB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sawahdadap Sumedang

photo author
Mia Nurmiarani, Kabar Alam
- Selasa, 27 Desember 2022 | 23:58 WIB
 (Dok. itb.ac.id)
(Dok. itb.ac.id)

Baca Juga: Seluruh Jalur Pendakian dan Beberapa Destinasi Wisata di Gunung Rinjani Ditutup Sementara, Catat Tanggalnya

Strategi selanjutnya adalah sosialisasi hasil rancangan kepada para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan pemerintahan. Rancangan yang telah digarap bertujuan untuk dipahami dan menumbuhkan kesadaran serta dukungan dari banyak pihak untuk merealisasikannya.

“Masyarakat menjadi pion penting dalam upaya melestarikan alam,” ungkap Dr. Yayat.

Langkah ketiga adalah aksi pasca bencana longsor yang disesuaikan dengan hasil perancangan sebelumnya. Tindakan ini harus berkelanjutkan dengan melibatkan pelbagai pihak (penta helix).

Baca Juga: Kurangi Dampak Banjir, Pemkot Bandung Resmikan Kolam Retensi Wetland Park Ciraga di Kecamatan Cibiru

Masyarakat petani penggarap nantinya yang akan menginisiasi langkah terakhir ini dalam tempo waktu yang lama.

“Perancangan harus melibatkan para ahli di bidangnya, bisa berasal dari perguruan tinggi, institusi riset atau UPT teknis yang sesuai agar dapat bekerja secara sinergis didukung oleh eksekutif, dan legislatif,” tutupnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X