Charge+ merupakan penyedia solusi pengisian daya kendaraan listrik terintegrasi di Asia Tenggara, dengan misi untuk meningkatkan utilisasi kendaraan listrik. Pemerintah Indonesia telah menyampaikan target yang menarik untuk elektrifikasi sektor transportasinya.
“Charge+ sebagai pelaku industri pengisian kendaraan listrik terkemuka di Asia Tenggara, sangat bangga bermitra dengan Utomo SolaRUV, perusahaan dengan visi demokratisasi energi bersih untuk berinvestasi di proses produksi EV charger di Indonesia. Investasi ini adalah langkah awal yang sangat penting untuk berkontribusi dalam transisi kendaraan listrik dan pengembangan ekonomi bersih di Indonesia,” ujar Goh Chee Kiong, CEO Charge+.
Untuk mewujudkan transisi energi di Indonesia, tentunya membutuhkan teknologi mutakhir dan ekosistem bisnis yang baik. Utomo SolaRUV dikenal lebih dulu sebagai pionir panel surya ber-SNI dan jasa solusi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), menangkap peluang baik untuk memasifkan teknologi Charge+ di Indonesia demi mendukung transisi energi Indonesia.
Baca Juga: Catat, KLHK Dukung Gerakan Antikorupsi!
Sebelumnya, Utomo SolaRUV memasang panel surya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PT PLN di Denpasar Selatan, Bali.
Melalui kerjasama investasi senilai USD 20 juta ini, Utomo SolaRUV bersama Charge+ akan membangun manufacturing plant atau fasilitas produksi untuk EV Chargers dan Charging Systems kendaraan listrik di Pandaan, Jawa Timur dan pengembangan bisnis di Indonesia.
“Utomo SolaRUV membuka peluang untuk kerjasama distribusi maupun bisnis EV Charger produksi Indonesia dengan para regional champion maupun pemangku kepentingan pemerintah provinsi dan daerah di seluruh Indonesia dengan sistem kemitraan, sehingga pelaku usaha dapat bergotong royong dalam menyambut era baru masyarakat dengan mobilitas energi bersih di Indonesia,” tutup Anthony Utomo.***
Artikel Terkait
Pertamina Siapkan Strategi Pencapaian Target Net Zero Emission
Perpres 112 Tahun 2022 Perkuat Komitmen Pemerintah Dalam Transisi Energi Menuju Net Zero Emission
Pertamina dan Bursa Efek Indonesia Berkolaborasi Jualan Karbon
Perhutani Berkontribusi Dalam Perdagangan Karbon
Pakar ITB: Teknologi Bersih Batu Bara Punya Potensi Mengurasi Emisi Karbon
Wow Keren, Kawasan Industri Jababeka Menjadi Cluster Industri Net Zero Pertama di Asia Tenggara
BNEF Net Zero Summit : Menuju Masa Depan Rendah Karbon, Kolaborasi Adalah Kunci