Perusahaan Solusi Energi Lokal dan Asia Tenggara Kolaborasi Bangun Pabrik EV Charger di Indonesia

photo author
Mia Nurmiarani, Kabar Alam
- Senin, 14 November 2022 | 09:29 WIB
Perangkat Pengisian Kendaraan Listrik AC & DC oleh Charge+.  (Dok. Charge+)
Perangkat Pengisian Kendaraan Listrik AC & DC oleh Charge+. (Dok. Charge+)

Charge+ merupakan penyedia solusi pengisian daya kendaraan listrik terintegrasi di Asia Tenggara, dengan misi untuk meningkatkan utilisasi kendaraan listrik. Pemerintah Indonesia telah menyampaikan target yang menarik untuk elektrifikasi sektor transportasinya.

“Charge+ sebagai pelaku industri pengisian kendaraan listrik terkemuka di Asia Tenggara, sangat bangga bermitra dengan Utomo SolaRUV, perusahaan dengan visi demokratisasi energi bersih untuk berinvestasi di proses produksi EV charger di Indonesia. Investasi ini adalah langkah awal yang sangat penting untuk berkontribusi dalam transisi kendaraan listrik dan pengembangan ekonomi bersih di Indonesia,” ujar Goh Chee Kiong, CEO Charge+.

Untuk mewujudkan transisi energi di Indonesia, tentunya membutuhkan teknologi mutakhir dan ekosistem bisnis yang baik. Utomo SolaRUV dikenal lebih dulu sebagai pionir panel surya ber-SNI dan jasa solusi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), menangkap peluang baik untuk memasifkan teknologi Charge+ di Indonesia demi mendukung transisi energi Indonesia.

Baca Juga: Catat, KLHK Dukung Gerakan Antikorupsi!

Sebelumnya, Utomo SolaRUV memasang panel surya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PT PLN di Denpasar Selatan, Bali.

Melalui kerjasama investasi senilai USD 20 juta ini, Utomo SolaRUV bersama Charge+ akan membangun manufacturing plant atau fasilitas produksi untuk EV Chargers dan Charging Systems kendaraan listrik di Pandaan, Jawa Timur dan pengembangan bisnis di Indonesia.

“Utomo SolaRUV membuka peluang untuk kerjasama distribusi maupun bisnis EV Charger produksi Indonesia dengan para regional champion maupun pemangku kepentingan pemerintah provinsi dan daerah di seluruh Indonesia dengan sistem kemitraan, sehingga pelaku usaha dapat bergotong royong dalam menyambut era baru masyarakat dengan mobilitas energi bersih di Indonesia,” tutup Anthony Utomo.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mia Nurmiarani

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X