Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Tekankan Perlunya Percepatan Pemanfaatan EBT

- Senin, 23 Januari 2023 | 19:58 WIB
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana, menekankan perlunya percepatan pemanfaatan EBT dalam penyediaan energi guna mencapai target komitmen penurunan emisi. Hal tersebut disampaikan Dadan pada Seminar Indonesia Economic Outlook 2023 (Dok. esdm.go.id)
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana, menekankan perlunya percepatan pemanfaatan EBT dalam penyediaan energi guna mencapai target komitmen penurunan emisi. Hal tersebut disampaikan Dadan pada Seminar Indonesia Economic Outlook 2023 (Dok. esdm.go.id)

 

KABAR ALAM - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana, menekankan perlunya percepatan pemanfaatan EBT dalam penyediaan energi guna mencapai target komitmen penurunan emisi dalam National Determined Contribution (NDC) 2030. Hal tersebut disampaikan Dadan pada Seminar Indonesia Economic Outlook 2023 diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan para pemangku kepentingan terkait.

Seminar ini turut mengundang Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Investasi dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahaladia sebagai pembicara utama.

Keikutsertaan Direktur Jenderal EBTKE pada Seminar Indonesia Economic Outlook 2023 pada Selasa (17/01/23) yang lalu, merupakan rangkaian kegiatan Indonesia Pavilion yang menjadi bagian dari World Economic Forum (WEF) 2023 di Davos, Swiss.

Baca Juga: Bauran EBT di Sumut Capai 43,47 Persen, PLTM Kandibata I Mulai Beroperasi

Sebagaimana diketahui, Indonesia berhasil memperoleh investasi strategis dalam implementasi dekarbonisasi di sektor energi, dengan ditandatanganinya komitmen Just Energy Transition Partnership (JETP) sebesar 20 Miliar USD pada perhelatan G20 di Bali 2022 lalu. Namun demikian, dukungan pendanaan tersebut masih dirasa belum cukup mengingat jumlah investasi transisi energi yang sangat besar.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen EBT Dadan menjelaskan bahwa pada tahun 2022, kebutuhan listrik di Indonesia telah mencapai 1.172 kWh/kapita dan akan terus naik seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan mencapai 5,3% di tahun 2023.

“Untuk itu, diperlukan penambahan kapasitas pembangkit yang berasal dari energi baru terbarukan (EBT). Sebagaimana komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam penurunan emisi sektor energi sebesar 358 juta ton CO2 di tahun 2030,” tuturnya, pada seminar Indonesia Economic Outlook 2023 (Selasa, 17/1).

Baca Juga: PLN Gandeng Denmark Percepat Pengembangan EBT Andal dan Terjangkau di Indonesia

Halaman:

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X