Menteri ESDM : Ini 5 Upaya Indonesia Lakukan Akselerasi Transisi Energi

photo author
Mia Nurmiarani, Kabar Alam
- Rabu, 18 Januari 2023 | 12:39 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif  menghadiri pertemuan the 13th Session of the Assembly of the IRENA di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab 14 Januari 2023 (Dok. esdm.go.id)
Menteri ESDM Arifin Tasrif menghadiri pertemuan the 13th Session of the Assembly of the IRENA di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab 14 Januari 2023 (Dok. esdm.go.id)

KABAR ALAM - Menghadiri pertemuan the 13th Session of the Assembly of the International Renewable Energy Agency (IRENA) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan 5 upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam melakukan akselerasi transisi energi hingga tahun 2023.

Mulai dari program percepatan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), pengakhiran operasional lebih dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), cofiring biomassa pada PLTU, program mandatori biodiesel 30%, dan pengembangan jaringan listrik supergrid.

Dikatakan Arifin, desakan mempercepat proses transisi energi menjadi urgensi yang harus dipersiapkan tiap negara demi menekan emisi gas rumah kaca global serta menahan laju kenaikan suhu global.

Baca Juga: Hari Jadi Pertambangan dan Energi 2022, Menteri ESDM: Maksimalkan Pemanfaatan EBT!

Pernyataan ini disampaikan secara langsung oleh Arifin saat menghadiri pertemuan the 13th Session of the Assembly of the International Renewable Energy Agency (IRENA) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada Sabtu (14/1) waktu setempat.

"Ini langkah nyata untuk menuju Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat sekaligus sebagai dukungan Indonesia pada United Nations Climate Conference COP28 untuk memastikan program yang sudah berjalan sesuai dengan yang direncanakan," jelas Arifin pada High Level Planery Session.

Pemerintah Indonesia, lanjut Arifin, sedang menyiapkan beragam payung hukum untuk memberikan kepastian usaha yang kondusif di sektor EBT sehingga mampu meningkatkan utilisasi pengembangan industri EBT dan perekonomian nasional.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Investasi di Sektor Penunjang Transisi Energi

Menurut Arifin, Asia Tenggara berperan dalam mewujudkan percepatan transisi energi. Salah satu langkah agresif dilakukan adalah melalui pengembangan inovasi teknologi rendah karbon dan pendanaan yang besar.

"Menurut laporan IRENA, pada tahun 2050 ASEAN membutuhkan pembiayaan sebesar USD29,4 triliun termasuk untuk biaya bahan bakar, operasi dan pemeliharaan serta skenario biaya pembiayaan dengan 100% energi terbarukan," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal IRENA Francesco La Camera mengatakan peran besar kerja sama internasional dalam menyukseskan transisi energi.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Pemanfaatan Biomassa Dalam Transisi Energi

"Upaya harus dipercepat, sambil memastikan bahwa manfaat tersebar merata di seluruh negara dan komunitas. Kerja sama internasional akan memainkan peran penting dalam memastikan bahwa semua negara memiliki kesempatan untuk mempercepat penyebaran teknologi dan mengamankan investasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan mereka. Keanggotaan IRENA menawarkan platform unik untuk mendorong agenda energi global di COP28 dan seterusnya," kata Francesco.

Pertemuan IRENA kali ini dipimpin oleh Direktur Jenderal IRENA Francesco La Camera bersama Menteri Power and New and Renewable Energy India sebagai President of the 13th Assembly dengan tema "World Energy Transitions - The Global Stocktake" dan dihadiri oleh perwakilan negara-negara anggota IRENA serta organisasi mitra kerja sama di bidang pembangunan. Pada pertemuan ini, Indonesia menjadi Vice President of the Assembly bersama dengan Zimbabwe, Belgium, dan Uruguay.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X