Baca Juga: IA ITB Siap Bangun Hunian Sementara untuk Korban Gempa Cianjur
Selanjutnya, menggunakan analisis makroseismik terhadap pola sebaran intensitas guncangan dan tingkat kerusakan bangunan, lalu analisis directivity frekuensi gelombang gempa, serta analisis spektrum gelombang seismik dan interpretasi anomali gaya berat (gravity).
Tidak hanya BMKG, analisis untuk penyususnan Peta Bahaya Sesar Cugenng ini juga dilakukan oleh instansi dari luar BMKG yang menguatkan analisis BMKG. Analisis yang pertama adalah analisis deformasi permukaan berbasis satelit (InSAR) yang dilakukan oleh peneliti BRIN dan MAPPIN Dr. Agustan.
Hasil analisisnya memiliki arah kurang lebih sama dengan arah jurus yang ditetapkan oleh BMKG berdasarkan data kegempaan atau focal mechanism, yakni berarah barat laut-tenggara.
Sementara data kedua yang menguatkan analisis BMKG yakni data displacement (perpindahan) Global Positioning System (GPS) dari Badan Informasi Geospasial (BIG) yang terpasang di Cianjur, juga menunjukkan arah tenggara pada saat gempa bumi utama di Cianjur 21 November 2022.***
Artikel Terkait
Pakar ITB : Segera Bangun Hunian Tetap untuk Penyintas Gempa Cianjur
FITB ITB Berharap Bisa Berkontribusi dalam Penanganan Gempa Cianjur
Pakar ITB : Bangun Kolaborasi, Maksimalkan Potensi Bantuan untuk Penanganan Pasca Gempa Cianjur
Pakar ITB: Dialog dengan Masyarakat Kunci Keberhasilan Penanganan Gempa Cianjur
Wapres Tinjau Huntap Berteknologi Risha untuk Korban Gempa Cianjur