• Jumat, 9 Desember 2022

Sempat Melawan, Buron Pemodal Perambahan Hutan di TN Tesso Nilo Dibekuk KLHK dan Polda Riau

- Kamis, 24 November 2022 | 12:20 WIB
Konferensi pers penangkapan buron pemodal perambahan di TN Tesso Nilo. (ppid.menlhk.go.id)
Konferensi pers penangkapan buron pemodal perambahan di TN Tesso Nilo. (ppid.menlhk.go.id)

KABAR ALAM – Penyidik Balai Penegakan Hukum (Gakkum) LHK Wilayah Sumatera bersama Korwas PPNS Polda Riau menangkap S, pemodal perambahan-hutan">perambahan hutan di kawasan Taman Nasional (TN) Tesso Nilo, 14 November 2022 lalu.   

S sebelumnya sempat buron dan melarikan diri dengan berpindah-pindah tempat selama hampir 6 bulan.

Namun, pada 10 November 2022, personel Balai TN Tesso Nilo mendeteksi keberadaan S yang saat itu sedang melakukan perambahan di lokasi lain dalam kawasan TN Tesso Nilo.

Ketika akan diamankan, S melakukan perlawanan dan kekerasan. Menyikapi hal tersebut, Gakkum LHK membentuk tim gabungan dengan didukung oleh Korwas PPNS Polda Riau. S akhirnya dibekuk di Kota Pekanbaru, Riau.

Dirjen Gakkum LHK, Rasio Ridho Sani menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari pengamanan dan pemulihan kawasan konservasi yang merupakan komitmen KLHK.

Baca Juga: Buka Munas Ipehindo, Wamen LHK: Pengendali Ekosistem Hutan Harus Berkontribusi dalam Upaya Konservasi

"Kami tidak akan berhenti menindak pelaku kejahatan yang sudah merusak lingkungan, menyengsarakan masyarakat dan merugikan negara," kata Rasio Ridho Sani seperti dikutip dari laman ppid.menlhk.go.id, Kamis 24 November 2022.

Penyidik Gakkum LHK telah menetapkan S sebagai tersangka dan saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Riau.

Tersangka S  dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan sebagaimana telah diubah dengan Pasal 37 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja jo. Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP jo. Pasal 94 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun serta pidana denda paling banyak Rp 100 miliar rupiah.  

Halaman:

Editor: Yudi Noorahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X