• Jumat, 9 Desember 2022

INA Sepakati Green Fund Rp29,6 triliun, BUMN Fokus Bangun Rantai Pasok Hulu – Hilir EV Global  

- Jumat, 18 November 2022 | 00:39 WIB
Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok EV global, hal itu dikarenakan seperempat dari cadangan nikel dunia terdapat di Indonesia.  (Dok. esdm.go.id)
Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok EV global, hal itu dikarenakan seperempat dari cadangan nikel dunia terdapat di Indonesia. (Dok. esdm.go.id)

 

KABARALAM – Negara Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok EV global, mengingat seperempat dari cadangan nikel dunia terdapat di Indonesia, khususnya wilayah Indonesia Timur.


Nikel dapat ditemukan di berbagai wilayah, seperti Halmahera Timur di Maluku Utara, Morowali di Sulawesi Tengah, Pulau Obi di Maluku Utara, dan Pulau Gag di Kepulauan Raja Ampat. Bijih nikel laterit (limonit dan saprolit) merupakan komoditas umum di industri nikel di Indonesia. Nikel merupakan bahan utama dalam produksi baterai. 

Menyadari potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, Kementerian BUMN bersama empat BUMN sektor pertambangan dan energi, yakni Holding Industri Pertambangan - MIND ID, PT Antam Tbk, PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) telah mendirikan PT Industri Baterai Indonesia/Indonesia Battery Corporation (IBC) di kuartal pertama tahun 2021 lalu.

Baca Juga: Ini 5 Provinsi Penyumbang Terbesar PNBP dari Sektor Pemanfaatan Hasil Hutan

IBC diciptakan untuk fokus pada pengelolaan ekosistem industri baterai kendaraan bermotor listrik (Electric Vehicle Battery) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Sehingga pemanfaatan potensi sumber daya mineral di Indonesia bisa tercapai secara maksimal.

Perkembangan industri kendaraan bermotor listrik Indonesia memperoleh kabar baik. Pasalnya, Indonesia Investment Authority (INA), lembaga sovereign wealth fund Indonesia baru saja membuat kesepakatan dengan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) dan CMB International Corporation Limited (CMBI) di momen konferensi B20 di Bali, Senin (14/11).

Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan Pupuk, PT Pupuk Indonesia Siap Distribusikan Pupuk Subsidi

Nota Kesepahaman yang ditandatangani terkait Green Fund sekitar USD2 miliar atau sekitar Rp29,6 triliun yang difokuskan untuk membangun rantai nilai dari hulu hingga hilir bagi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terutama di Indonesia.

Halaman:

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X