KABARALAM - Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid Agung Nofianto menyampaikan pentingnya menerapkan konsep pengelolaan air secara total (total water resource management) yang memadukan konsep pengelolaan Cekungan Air tanah (Groundwater Basin) dan Wilayah Sungai (River Basin).
Hal tersebut disampaikan Wafid dalam acara Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI Ke-6 2022 dengan tema ”Sinergitas Pengelolaan Sumber Daya Air” Selasa - Rabu, 8 – 9 November 2022 di Hotel Holiday Inn Bandung Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat. Menurut Wafid konflik kepentingan rentan terjadi antara industri dan masyarakat dalam pemanfaatan airtanah.
Wafid mengatakan, perundang-undangan yang mengatur tentang air tanah seperti adanya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air merupakan payung hukum untuk sinergisitas pengelolaan air tanah di Indonesia dan menjadi wadah untuk koordinasi antara lembaga / instansi pengelola air tanah dan air permukaan.
Baca Juga: Indonesia Terima Pembayaran Pertama dari Bank Dunia Atas Kinerja Pengurangan Emisi di Kaltim
Menurut Wafid, tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan air tanah adalah terbatasnya ketersediaan air tanah di alam dan maraknya pengambilan sumber air ini karena tuntutan kebutuhan air semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota besar lainnya, pemanfaatan air tanah yang intensif telah menyebabkan konflik kepentingan antara pihak industri dengan masyarakat.
Kerusakan lingkungan di daerah imbuhan air tanah karena penggundulan hutan dan alih fungsi lahan menyebabkan menurunnya kemampuan untuk meresapkan air.
Baca Juga: 5 Perintah BPOM kepada Tiga Perusahaan Farmasi Setelah Mencabut Izin Edar 69 Obat Sirop
“Hal tersebut telah menyebabkan berkurangnya proses pembentukan air tanah yang menyebabkan potensi air tanah di cekungan air tanah menjadi berkurang. Oleh karena itu konsep dan implementasi penataan ruang dan wilayah yang mempertimbangkan aspek hidrogeologi yang mencakup perlindungan daerah resapan, penghitungan debit produksi optimum, serta minimalisasi potensi pencemaran air tanah,” jelas Wafid seperti yang dipantau tim Kabaralam.com dalam chanel youtube Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan.
Kemudian, agar pembangunan berkelanjutan dapat terlaksana dengan baik perlu ditunjang oleh keberadaan system informasi sumber daya alam dalam hal ini sistem informasi air tanah.
Ketersediaan sistem informasi air tanah mencakup jaringan data dan informasi air tanah yang terpadu, handal, tepat, akurat, dan berkesinambungan serta selalu terupdate mencakup seluruh wilayah Indonesia merupakan hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi.
Baca Juga: LPS Serukan Ekonomi Hijau Dalam Penjaminan Simpanan dan Dorong Aksi Nyata Melawan Perubahan Iklim
Artikel Terkait
Ini Rundown Hari Pertama Pertemuan Ilmiah PAAI Ke-6 2022
Hari Ini Perhimpunan Ahli Airtanah Indonesia Selenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI Ke-6
Kementerian PUPR : Penggunaan Air Tanah yang Berlebihan Dapat Menyebabkan Kekeringan, Air Berhenti Mengalir
Fachrul Arief Suryajaya Magister Teknik Air Tanah ITB Juara 1 Best Presenter Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI - 6
Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI 6 : Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berberlanjutan
Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI 6 : 5 Rekomendasi Keputusan Bersama dalam Pengelolaan Sumber Daya Air
Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI 6 : Penggunaan Air Tanah yang Bijak Mempengaruhi Berbagai Aspek Kehidupan
Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI 6 : Sinergisitas Pengelolaan Air Tanah