• Jumat, 9 Desember 2022

Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI 6 : 5 Rekomendasi Keputusan Bersama dalam Pengelolaan Sumber Daya Air

- Jumat, 11 November 2022 | 00:41 WIB
Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI 6 : 5 Rekomendasi Keputusan Bersama dalam Pengelolaan Sumber Daya Air (Tangkapan layar youtube chanel  Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan)
Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI 6 : 5 Rekomendasi Keputusan Bersama dalam Pengelolaan Sumber Daya Air (Tangkapan layar youtube chanel Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan)

KABARALAM - ”Sinergitas Pengelolaan Sumber Daya Air” adalah tema yang dipilih Perhimpunan Ahli Airtanah Indonesia (PAAI) Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI Ke-6 2022 dengan tema Selasa - Rabu, 8 – 9 November 2022 di Hotel Holiday Inn Bandung Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat.

Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal SDA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir. Iriandi Azwartika SP-1 menyampaikan beberapa hal krusial mengenai rekomendasi pengelolaan air tanah dalam “Keputusan Bersama” yang ditindaklanjuti dengan ditetapkannya Peraturan Menteri (Permen).

Hal ini dituangkan ke dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 259.K/GL/MEM.G/2022 tentang Standar Penyelenggaraan Izin Pengusahaan Air Tanah.

Baca Juga: COP27: AS, Norwegia, dan Inggris Raya Dukung FOLU Net Sink 2030 Indonesia

Pertemuan Ilmiah Tahuna Perhimpunan Ahli Airtanah Indonesia ke 6 pada 8-9 November 2022 di Holiday Inn Hotel Bandung (KABARALAM.com/Mia Nurmiarani)

Adapun rekomendasi untuk mengatasi permasalahan  pengelolaan sumber daya air adalah sebagai berikut, yang pertama adalah pendayagunaan air tanah perlu menerapkan prinsip batas aman (safe yield) pada masing-masing Cekungan Air Tanah ( CAT) yang didukung dengan subtitusi pemenuhan kebutuhan melalui air permukaan, regulasi dan pengawasan pengambilan air tanah, serta kesadaran dan kepatuhan seluruh pemangku kepentingan.

Rekomendasi kedua yakni,Kementerian LHK, Kementerian ATR/BPN, Kementerian ESDM, dan Pemerintah Daerah segera mengimplementasikan manajemen air tanah berbasis cekungan air tanah (CAT) untuk pemanfaatan air tanah secara efektif, dan memperketat perizinan di daerah imbuhan (recharge) air tanah, meningkatkan upaya konservasi di daerah imbuhan antara lain dengan penataan tata ruang, restorasi lahan, sumur resapan, dan lain-lain.

Sedangkan rekomendasi ketiga yakni, Kementerian ESDM dan Pemerintah Daerah perlu mendata keberadaan sumur-sumur dan/atau pengambilan aur tanah, serta meningkatkan upaya eksplotasi air tanah untuk mendapatkan data yang lengkap guna mendukung 3 pilar pengelolaan air tanah (konservasi air tanah, pendayagunaan air tanah, dan pengendalian daya rusak air tanah), termasuk penetapan batas aman (safe yield).

Baca Juga: Aura Mistis Situ Sangiang Kadang Membuat Bulu Kuduk Pengunjung Bergidik

Halaman:

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X