KABAR ALAM - Sebanyak 5,72 ton sampah terpilah yang setara dengan Rp 17.163.000 terkumpul pada kegiatan Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (Gradasi) Akbar Bersama 200 Rumah Ibadah dan 100 Bank Sampah di Masjid Baitul Makmur Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu, 14 September 2022.
Gradasi merupakan strategi pendekatan keagamaan dalam menggerakan masyarakat dan komunitas agama untuk mengurangi sampah. Ajakan sedekah sampah ini merupakan solusi konkret menerapkan prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan.
Gradasi bertujuan mengurangi sampah serta menanamkan perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan pengamalan prinsip ajaran agama yaitu kebersihan.
Baca Juga: KoFCo Nursery, Koleksi Dipterokarpa Terlengkap
Hal ini dapat menjadi solusi jangka pendek maupun jangka panjang untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia. Kegiatan ini telah mendapat dukungan KLHK, Kemenko Marves, MUI, dan Sekretariat TKN PSL.
“Untuk menyelesaikan masalah sampah, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tugas kita semua. Kalau kita tidak bergerak bareng-bareng, permasalahan sampah tidak akan selesai,” ujar Direktur Jenderal PSLB3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati seperti dikutip dari akun Instagram Direktorat Jenderal PSLB3 KLHK.
Vivien menegaskan pentingnya melakukan perubahan paradigma dan dukungan masyarakat dalam upaya pengurangan dan penanganan sampah.
Baca Juga: Peace Generation Gelar Agent of Peace (AoP) Summit untuk Cegah 3 Dosa Besar Pendidikan
"Dengan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sampah, diharapkan dapat menjadi suatu tindakan pencegahan agar sampah, terutama sampah plastik, tidak bocor ke ekosistem laut," kata Vivien.
Gradasi berbasis masjid telah diluncurkan pada April 2021 lalu. Berawal dari 6 masjid penggerak, kini ada 100 masjid Gradasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Selain di masjid, Gradasi berbasis gereja Katolik, yang dikenal dengan dengan Gerakan Kolekte Sampah Indonesia juga telah diluncurkan pada Maret lalu, bekerja sama dengan Keuskupan Bogor. Tercatat ada 30 gereja di Keuskupan Bogor yang telah ikut serta. Kedepannya, akan disebarluaskan ke rumah ibadah lainnya seperti Gereja Protestan, Pura, Klenteng, maupun Vihara.***
Artikel Terkait
LPM Kebon Pisang, GSSI dan SMKN 15 Edukasi Warga Soal Pemilahan Sampah dari Rumah
Keren, Pemkab Bekasi Jadikan Sampah sebagai Sumber PAD, Begini Caranya!
Drainase Tersumbat Sampah Salah Satu Penyebab Banjir Cibaduyut
Musim Hujan Datang, BPBD Sumedang: Jangan Buang Sampah Sembarangan
Prinsip Ekonomi Sirkular Berbasis Sistem Dinamis untuk Kurangi Sampah di Kota Bandung