Prinsip Ekonomi Sirkular Berbasis Sistem Dinamis untuk Kurangi Sampah di Kota Bandung

photo author
Mia Nurmiarani, Kabar Alam
- Kamis, 15 September 2022 | 08:21 WIB
Dr. Ir. Mohamad Satori, M.T., IPU. sedang memberikan pemaparan pada acara Gelar Karya Ilmiah Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Persampahan di Wilayah Perkotaan Cekungan Bandung, Kamis 8 September 2022 (KABARALAM.com/Mia Nurmiarani)
Dr. Ir. Mohamad Satori, M.T., IPU. sedang memberikan pemaparan pada acara Gelar Karya Ilmiah Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Persampahan di Wilayah Perkotaan Cekungan Bandung, Kamis 8 September 2022 (KABARALAM.com/Mia Nurmiarani)

KABAR ALAM - Permasalahan sampah tidak terlepas dari kegiatan ekonomi. Erat kaitannya juga dengan pertambahan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Untuk itu, perlu ada upaya kompromistis antara kepentingan ekonomi dan industri juga kepentingan lingkungan.

Hal tersebut dikemukakan Dekan Fakultas Teknik Unisba, Dr. Ir. Mohamad Satori, M.T., IPU pada acara Gelar Karya Ilmiah Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Persampahan di Wilayah Perkotaan Cekungan Bandung, Kamis 8 September 2022 lalu.

Dalam pertemuan tersebut Satori memaparkan mengenai implementasi prinsip sirkular ekonomi (circular economy) dalam pengurangan sampah Kota Bandung dengan menggunakan analisis sistem dinamis.

Baca Juga: Ini 4 Kebijakan Pengolahan Sampah yang Ditawarkan Guru Besar Unpar

Dr. Ir. Mohamad Satori, M.T., IPU. sedang memberikan pemaparan pada acara Gelar Karya Ilmiah Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Persampahan di Wilayah Perkotaan Cekungan Bandung, Kamis 8 September 2022
Dr. Ir. Mohamad Satori, M.T., IPU. sedang memberikan pemaparan pada acara Gelar Karya Ilmiah Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Persampahan di Wilayah Perkotaan Cekungan Bandung, Kamis 8 September 2022 (KABARALAM.com/Mia Nurmiarani)
Circular economy itu memastikan material itu tidak end up di alam, tetapi selama mungkin sebisa mungkin material itu tersirkular ke dalam sistem ekonomi. Dengan demikian, sampah yang selama ini masuk ke sungai itu masuk ke sistem industri berikutnya yang menjadi turunan produk berikutnya agar terjadi looping tertutup,” jelas Satori.

Dalam simulasinya, ia menggunakan sistem dinamis karena selama ini pengolahannya complicated, ada persoalan lingkungan, masyarakat, ketenagakerjaan, dan ada persoalan teknologi.  

“Bagaimana mengintegrasikan sesuatu yang kompleks, dalam pikiran saya itu dengan menggunakan sistem dinamis,” ujarnya.

Namun, yang menjadi persoalan untuk mengintegrasikan ketiga kelompok ini membutuhkan pemangku kepentingan, yaitu ada pemerintah, masyarakat, dan sektor informal.

Ia mengatakan, ada 59 variabel untuk mengintergrasikan ketiga pemangku kepentingan ini.

“Saya coba sederhanakan disesuaikan dengan kondisi Kota Bandung. Ternyata yang cocok dengan Kota Bandung ada 17 variabel yang bisa dikuantifikasi,” imbuhnya.

Baca Juga: Pengelolaan Sampah di Kota Bandung Belum Optimal, Peneliti ITB: Ubah Paradigma!

Dr. Ir. Mohamad Satori, M.T., IPU. bersama narasumber lainnya dalam acara  Gelar Karya Ilmiah Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Persampahan di Wilayah Perkotaan Cekungan Bandung, Kamis 8 September 2022
Dr. Ir. Mohamad Satori, M.T., IPU. bersama narasumber lainnya dalam acara Gelar Karya Ilmiah Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Persampahan di Wilayah Perkotaan Cekungan Bandung, Kamis 8 September 2022 (KABARALAM.com/Mia Nurmiarani)

Dalam situasi dan kondisi lingkungan dengan permasalahan sampah yang semakin kompleks, pengelolaan sampah dengan model terintegrasi (pendekatan hulu-hilir, pendekatan sosial- ekonomi-lingkungan) menunjukkan hasil kinerja yang optimal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X