• Kamis, 1 Desember 2022

Pengelolaan Sampah di Kota Bandung Belum Optimal, Peneliti ITB: Ubah Paradigma!

- Senin, 12 September 2022 | 09:58 WIB
Dr. Ir. I Made Wahyu Widyarsana, S.T., M.T., seorang peneliti Laboratorium Buangan Padat dan B3 dari Institut Teknologi Bandung (ITB) (KABARALAM.com/Mia Nurmiarani)
Dr. Ir. I Made Wahyu Widyarsana, S.T., M.T., seorang peneliti Laboratorium Buangan Padat dan B3 dari Institut Teknologi Bandung (ITB) (KABARALAM.com/Mia Nurmiarani)

KABAR ALAM - Isu ekonomi sirkular cukup dominan digaungkan pada acara Gelar Karya Ilmiah Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Persampahan di Wilayah Perkotaan Cekungan Bandung di Hotel Gaia, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Kamis, 8 September 2022 lalu.

Dr. Ir. I Made Wahyu Widyarsana, S.T., M.T., seorang peneliti Laboratorium Buangan Padat dan B3 dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan, timbulan sampah Kota Bandung tahun 2019 sebesar 1.755,5 ton/hari dengan tingkat pengurangan sampah rata-rata sekitar 15,33 persen dan penanganan sampah ke landfill mencapai 84 persen.

Diungkapkannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung harus memenuhi target pengurangan sampah 30 persen dan penanganan sampah 70 persen pada tahun 2025 sebagaimana diamanatkan dalam Jakstrada dan Jakstranas.

Baca Juga: Cantiknya Bunga Padmosari yang Mekar di Taman Nasional Meru Betiri, yang Ini Lebih Istimewa

Kota Bandung memiliki nilai zero waste 7 persen. Nilai zero waste index (ZWI) itu mengindikasikan belum optimalnya pengelolaan sampah Kota Bandung,” ungkapnya.

“Urusan sampah sangat mendesak karena banyak sektor yang jauh dari ideal. Saat ini, Kota Bandung sedang melakukan perubahan konsep pengelolaan sampah dari sistem kumpul-angkut-buang menjadi konsep zero waste sebagai upaya reduksi sampah. Penanganan sampah dengan menangkut sampah ke TPA sangat dominan di Kota Bandung. Kita harus ubah ke paradigma baru,” tambahnya.

Made mengusulkan dibangunnya model fasilitas FPS skala mikro. Made juga menyarankan penentuan kapasitas ini berdasarkan pendekatan pada hasil perhitungan timbulan sampah per kecamatan dan per kelurahan di Kota Bandung.

Baca Juga: Ini Dua Alternatif Teknologi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Fasilitas Pengelolaan Sampah (FPS) skala mikro menjadi salah satu alternatif yang mengurangi ketergantungan Kota Bandung terhadap landfill melalui pengolahan sampah organik dan anorganik yang dilakukan.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menteri LHK Apresiasi Bogor Go Green 7

Minggu, 27 November 2022 | 20:25 WIB
X