LPM Kebon Pisang, GSSI dan SMKN 15 Edukasi Warga Soal Pemilahan Sampah dari Rumah

photo author
Mia Nurmiarani, Kabar Alam
- Selasa, 13 September 2022 | 21:13 WIB
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kebon Pisang bersama Generasi Semangat Selalu Ikhlas (GSSI)  dan SMK Negeri 15 Bandung  memberikan edukasi secara langsung kepada warga soal pemilahan sampah (Dok. LPM Kebon Pisang)
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kebon Pisang bersama Generasi Semangat Selalu Ikhlas (GSSI) dan SMK Negeri 15 Bandung memberikan edukasi secara langsung kepada warga soal pemilahan sampah (Dok. LPM Kebon Pisang)

KABAR ALAM - Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kebon Pisang bersama Generasi Semangat Selalu Ikhlas (GSSI) dan SMK Negeri 15 Bandung memberikan edukasi secara langsung kepada warga soal pemilahan sampah.

Penyuluhan dan edukasi ini dikemas dalam program Door to Door Edukasi (DTDE) pemilahan sampah. Kegiatan dilakukan sebagai bentuk dukungan untuk mewujudkan Bandung bebas sampah sebagai manisfestasi program Kang Pisman di tahun 2022.

Ketua GSSI, Tini Martini Mapran menyebutkan, tujuan digelarnya kegiatan ini untuk membuat masyarakat Kelurahan Kebon Pisang semakin mengerti akan pentingnya pemisahan sampah dan mengikuti pengumpulan sampah terpisah.

Baca Juga: Wamen LHK: Indonesia Telah Lakukan Upaya Besar dalam Pelestarian Satwa Liar di Bumi

“Keterlibatan GSSI dalam program ini menyediakan bahan edukasi dan bekerja sama dengan SMKN 15 untuk membantu Kelurahan Kebon Pisang melalui LPM dan Oh Darling agar bisa mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, hal penting lainnya adalah mengenalkan isu pengelolaan sampah dan lingkungan kepada anak-anak SMKN 15 agar dapat mengimplementasikannya secara langsung baik di rumah maupun di sekolahnya.

Edukasi harus terus dilakukan karena volime sampah organik maupun anorganik dari tahun ke tahun semakin meningkat, serta minimnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumber.

Baca Juga: Ini 4 Kebijakan Pengolahan Sampah yang Ditawarkan Guru Besar Unpar

Hal ini berkontribusi besar pada permasalahan sampah di Bandung yang kemudian muncul istilah Bandung Darurat Sampah.

Permasalahan sampah organik yang tidak dipilah sejak dari level rumah hingga permasalahan tercampurnya kembali sampah yang sudah dipilah Sebagian warga, menjadi persoalan yang hingga saat ini belum terselesaikan dengan baik.

Tercampurnya sampah organik dan sampah anorganik ini yang menjadi dorongan LPM Kebon PIsang, GSSI dan SMK 15 Bandung memberikan edukasi kepada warga setempat.

Baca Juga: Indonesia Jadi Penyelenggara Konferensi Internasional Konservasi Satwa Liar

Kegiatan ini merupakan aktiviitas pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi LPM Kebon Pisang, GSSi dan para siswa-siswi SMKN 15 Bandung. Mereka bergerak secara aktif, memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar sejalan dengan program IPAS yang merupakan bagian dari kurikulum merdeka belajar.

Periode program DTDE untuk memberikan penyuluhan mengenai pemilahan sampah rencananya akan dilaksanakan selama bulan September, Oktober, dan November 2022 di Kawasan lain RW 04 dan 05.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X