• Jumat, 30 September 2022

Keren, Pemkab Bekasi Jadikan Sampah sebagai Sumber PAD, Begini Caranya!

- Rabu, 14 September 2022 | 09:34 WIB
Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan memimpin rapat penanganan sampah dengan SKPD, Senin, 12 September 2022 (bekasikab.go.id)
Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan memimpin rapat penanganan sampah dengan SKPD, Senin, 12 September 2022 (bekasikab.go.id)

KABAR ALAM - Sebuah solusi penanganan sampah didapatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Untuk mengurangi volume sampah, Pemkab Bekasi menggandeng PT Indocement yang akan mengubahnya menjadi energi bahan bakar Refused Derived Fuel (RDF).

Penjabat (Pj) Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan, RDF merupakan teknologi pengolahan sampah terpadu yang cocok untuk mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Bekasi. Menurutnya, teknologi ini akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Burangkeng, Kecamatan Setu.

"Sampah yang sudah menjadi tumpukan di TPA Burangkeng memakan tempat dan kalau membuat TPA baru prosesnya lama. Maka, ada alternatif bagaimana kalau sampah dikurangi dengan cara dimanfaatkan, dan pihak Indocement yang membutuhkan untuk dibuat bahan bakar di pabrik semen yang disebut RDF," jelas Dani seperti dikutip KABARALAM.com dari laman bekasikab.go.id.

Baca Juga: Menteri KKP dan Menteri Lingkungan Norwegia Bahas Kesehatan Laut Sebagai Solusi Perubahan Iklim

Kerja sama Pemkab Bekasi dan PT Indocement terjalin pada rapat bersama beberapa SKPD terkait di ruang bupati pada Senin, 12 September 2022.

Dani menjelaskan, Pemkab Bekasi akan menjual dalam bentuk sampah yang sudah dicacah dengan mesin. Sampah yang dicacah itu akan dikirim ke PT Indocement. Hasilnya akan masuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Saat ini, PT Indocement telah melakukan survey ke TPA Burangkeng untuk melihat lokasi dan volume sampahnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Yogyakarta, Hari Ini, Rabu 14 September 2022: Cek Dulu di Sini

“Kemudian akan dilakukan survey kedua untuk mengetahui sample kandungan kalori dan kemampuan kita mengirimnya berapa ton perhari, dan setelah itu MoU,” ujar Dani Ramdan.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Sumber: Bekasikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X