“Antusiasme warga sangat tinggi sehingga kegiatan dilaksanakan dengan bergotong royong selama proses konstruksi MCK dan alat BioRaLing,” ujar Rafly. Jumlah peserta yang hadir bahkan mencapai 110 orang.
Baca Juga: Fasilitas Baru TN Kelimutu Sudah Bisa Dinikmati
Selama pelaksaan kegiatan, ada beberapa kendala yang dihadapi tim seperti paradigma masyarakat terkait BABS bukanlah masalah hingga ketakutan masyarakat akan lokasi MCK yang bersebelahan dengan kuburan.
Meskipun begitu, program ini berhasil terlaksana dengan lancar. Tim BioRaLing mengucapkan banyak sekali terima kasih ke beberapa pihak seperti KMIL ITB, Pemerintah Desa Padakembang, Puskesmas Cisaruni, Pondok Pesantren Al-Barokah, dan Masyarakat Dusun Cigula.
Melalui kegiatan ini, tim berharap masyarakat dapat mendapatkan akses sanitasi yang layak dan tidak melakukan praktik BABS.
Baca Juga: September Ceria, Ribuan Tabebuya Bermekaran Percantik Kota Surabaya
“Fasilitas yang dibangun juga dapat bermanfaat dan berkontribusi menurunkan angka pencemaran sungai oleh tinja,” ujar Rafly.
Selain itu, masyarakat Dusun Cigula diharapkan menjadi contoh bagi dusun lainnya dalam hal pengelolaan sanitasi.***
Artikel Terkait
Sikapi Isu Perubahan Iklim, ITB- PFAN Siap Gelar Business Coaching untuk Start up
Keren, Mahasiswa KKN Tematik ITB Rintis Pengembangan Desa Wisata Geyongan di Arjawinangun
Business Coaching Go Global ITB-PFAN: Pentingnya Membuat Proposal yang Baik bagi Start-Up
Ikatan Alumni ITB Jabar dan Rumah Amal Salman ITB Berkolaborasi Bantu Penanganan Stunting di Garut
Percepatan Pembangunan IKN, Pemdakab Penajam Paser Utara Berkolaborasi dengan IA ITB