Kelimutu -- Pada musim libur Lebaran tahun ini yang merupakan puncak kunjungan ke Taman Nasional Kelimutu, beberapa fasilitas baru bagi di areal wisata seperti anjungan garugiwa, areal budaya Patika, lopo/saung besar, dinding relief adat, situs Pesanggrahan Belanda atau papan nama sudah terlihat dimanfaatkan para wisatawan. Bahkan, fasilitas itu mulai menjadi ikon alternatif TN Kelimutu selain danau tiga Warna.
Dengan kondisi ini kapasitas pengunjung dapat lebih meningkat karena keberadaan wisatawan lebih terdistribusi tidak hanya menumpuk di area tugu puncak Danau Kelimutu yang kapasitasnya terbatas.
Baca Juga: Asyiknya Berwisata di TN Kelimutu Saat Lebaran
Fasilitas-fasilitas ini umumnya dibangun pada tahun 2017 dan 2018 dalam rangka mengoptimalkan areal wisata TN Kelimutu melalui menajemen pengunjung dan diversifikasi objek wisata yang memadukan alam dan budaya menuju ekowisata yang berkualitas di TN Kelimutu.
Di fasilitas-fasilitas tersebut para pengunjung dapat menikmati keindahan alam, mengamati flora-fauna, interpretasi kawasan, berfoto ria atau beristirahat. Mereka diimbau tidak melakukan vandalisme (corat-coret) di dalam area obyek wisata, tidak memberi makan satwa liar dan tidak membuang sampah sembarangan.***
Artikel Terkait
Belajar dari Galeri Rumah Adat Suku Lio di Taman Nasional Kelimutu
Perubahan Warna Danau Kelimutu, Mitos atau Fakta?
Edelweis Kelimutu, Budidaya Cinta Abadi
Asyiknya Berwisata di TN Kelimutu Saat Lebaran
Road to HKAN 2022, BKSDA Yogyakarta Lepas 8 Merak Hijau di Taman Nasional Baluran