KABAR ALAM - Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur untuk percepatan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Sekretariat IA ITB, Jakarta, Kamis, 1 September 2022. Penandatangaan nota kesepahaman dilakukan Ketua Umum IA ITB Gembong Primadjaja dan Bupati Penajam Paser Utara, Hamdam Pongrewa.
Ketua Umum IA ITB , Gembong Primadjaya berharap, dukungan kompetensi dan jejaring yang dimiliki para alumni ITB dapat memberikan kontribusi positif dalam pembangunan IKN Nusantara.
Baca Juga: Penanganan COVID-19 dalam Perspektif IAS
Dikatakannya, perencanaan wilayah dan inisiatif-inisiatif pembangunan berkesinambungan dan digitalisasi akivitas administrasi pemerintahan di IKN dimulai dari Penajam Paser Utara.
“Upaya-upaya tersebut dimaksudkan untuk menyiapkan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai daerah penyangga yang akan berperan mempercepat pembangunan IKN. Salah satunya dalam hal akses logistik,” Gembong
Bupati Penajam Paser Utara, Hamdan Pongrewa menjelaskan, ia bersikap proaktif dalam mempercepat kegiatan pembangunan, terutama dalam pembangunan infrastruktur.
Baca Juga: Parade Konversi Motor BBM ke Listrik, Upaya Percepat Transisi Energi Bersih
“Saya sangat apresiasi Ikatan Alumni ITB atas perhatian serta support yang diberikan kepada pemerintah daerah dalam upaya memberikan masukan-masukan positif untuk bersama-sama membangun Penajam Paser Utara,” kata Hamdam.
Ia berharap, kolaborasi serta sinergi yang dituangkan dalam nota kesepahaman ini bisa dilaksanakan segera dan bersama-sama melakukan kajian serta konsultasi terkait hal ini.
Seperti tertuang dalam Undang Undang Nomor 3 tentang Ibu Kota Negara, cakupan wilayah Ibu Kota Negara terdiri dari wilayah darat dan laut. Wilayah darat memiliki luas kurang lebih 256.142 hektar area (ha). Sementara wilayah perairan laut seluas kurang lebih 68.189 hektar (ha).
Baca Juga: IDAI: Gencarkan Sosialisasi Pentingnya Protein Hewani untuk Cegah Stunting
Wilayah darat terbagi menjadi dua kawasan, yaitu kawasan IKN dengan luas kurang lebih 56.180 hektar yang akan menjadi kawasan inti pusat IKN yang berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU. Sementara pembangunan kawasan pengembangan seluas kurang lebih 199.962 hektar.***
Artikel Terkait
Mengharukan, Rumah Amal Salman ITB Himpun Donasi Hanya untuk Kucing Kelaparan di Sekitar Masjid
Sikapi Isu Perubahan Iklim, ITB- PFAN Siap Gelar Business Coaching untuk Start up
Keren, Mahasiswa KKN Tematik ITB Rintis Pengembangan Desa Wisata Geyongan di Arjawinangun
Business Coaching Go Global ITB-PFAN: Pentingnya Membuat Proposal yang Baik bagi Start-Up
Ikatan Alumni ITB Jabar dan Rumah Amal Salman ITB Berkolaborasi Bantu Penanganan Stunting di Garut