KABAR ALAM - Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPIK ITB) menyelenggarakan pelatihan bisnis atau business coaching untuk start up, terutama pelaku teknologi yang mengkhususkan pada isu perubahan iklim di Indonesia, mulai 28 Agustus 2022 mendatang.
Dalam pelatihan bisnis atau bussiness coaching ini, LPIK ITB bekerja sama menggandeng Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari (BPUDL) dan PT Rekacipta Inovasi ITB (RII) yang bekerjasama dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) melalui Program Private Financing Advisory Network (PFAN).
Sebelum business coaching dimulai, sebuah pre-event berupa webinar digelar. Pertemuan yang berlangsung secara hibrid tersebut dihadiri Ketua LPIK ITB Ir. R. Sugeng Joko Sarwono, M.T, Ph.D., Direktur Utama RII Alam Indrawan, Direktur Operasional Jam’ah Khalid, Direktur BPUDL Deddy Priatmodjo Koesrindartoto, Ph.D., Sekretaris Bidang Kewirausahaan dan Inkubasi Bisnis BPUDL Dr. Irwan Gumilar, S.T, M.Si.
Baca Juga: Rehabilitasi 31 Hektare Kawasan Mangrove di Maros, Pelindo Libatkan Komunitas Masyarakat Pesisir
Ketua LPIK Ir. R. Sugeng Joko Sarwono mengungkapkan, selain pandemi Covid-19, isu penting lainnya terkait perubahan iklim. Dikatakan, Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap kondisi ini karena luas wilayah, lokasi, penduduk dan lain sebagainya.
Joko mengatakan, Indonesia punya target menurunkan emisi rumah kaca sebesar 30 persen dari usaha sendiri, dan 40 persen dengan bantuan internasional pada tahun 2030.
Dikatakannya, isu perubahan iklim ini harus ditangani bersamaa. Karena komitmennya tercantum dalam dokumen nasional, Nationally Determined Contribution (NDC) yang terakhir diperbaharui tahun lalu oleh pemerintah.
Baca Juga: Populasi Ikan Jelawat Mulai Berkurang, Begini Aksi yang Dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan
"Kita bisa melihat masalah dari negara-negara maju dan berkembang ini adalah ketergantungannya kepada salah satu energi utama yang saat ini masih kita gunakan yaitu batu bara," katanya.
Joko menambahkan, isu perubahan iklim menjadi sebuah tantangan bersama. Hal ini akan menjadi agenda pertemuan di G20 di Bali. Dikatakannya, ada tiga isu priotitas, salah satunya transisi energi. "Yang mendesak adalah masalah akses, teknologi dan pendanaan,”ucap Joko
Menurut Joko, transisi energi merupakan tantangan bagi semua negara. Namun, hal ini juga sekaligus merupakan peluang bagi semua negara. Menurutnya, hal ini juga yang perlu dilihat oleh para pelaku perusahaan teknologi.
Baca Juga: Wali Kota Bandung pun Prihatin Atas Insiden Penembakan Kucing di Lingkungan Sesko TNI
Sebuah isu strategis yang perlu diciptakan untuk menyikapi atau mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan tetap menerapkan skenario dan peta jalan yang kuat dari sisi aspek keuangan.
Artikel Terkait
Digelar Ikatan Alumni Teknik Metalurgi ITB, Metconnex 2022 Kembangkan Industri Pertambangan Indonesia
Loseda, Solusi Pengelolaan Sampah Sisa Dapur yang Dikenalkan Mahasiswa ITB di Lumajang
Indonesia Dapat Menjadi Laboratorium Percontohan Mangrove Dunia
Mengharukan, Rumah Amal Salman ITB Himpun Donasi Hanya untuk Kucing Kelaparan di Sekitar Masjid
Rehabilitasi 31 Hektare Kawasan Mangrove di Maros, Pelindo Libatkan Komunitas Masyarakat Pesisir