KABAR ALAM – Tanggal 2 Februari diperingati sebagai Hari Lahan Basah Sedunia.
Hari Lahan Basah Sedunia merupakan momen untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam melakukan upaya konservasi lahan basah.
Seperti dikutip dari akun Instagram @kementarianlhk, lahan basah merupakan wilayah daratan yang mendapatkan genangan air atau mempunyai kandungan air tinggi.
Sifat genangan ini bisa permanen atau musiman.
Baca Juga: Penting! Ini Dia 3 Jenis Ikan Endemik Rawa Gambut TN Sebangau yang Mulai Terancam
Contoh ekosistem lahan basah meliputi gambut, rawa, dan mangrove, yang merupakan rumah dan tempat melangsungkan kehidupan manusia, sekaligus habitat hidup flora dan fauna.
Pemilihan 2 Februari sebagai peringatan Hari Lahan Basah Sedunia atau World Wetlands Day didasari pada penandatanganan perjanjian internasional untuk melindungi lahan basah di seluruh dunia pada tanggal tersebut
Perjanjian internasional tersebut dikenal dengan Konvensi Ramsar karena dilaksanakan di Kota Ramsar, Iran pada tahun 1971.
Konvensi ini merupakan konvensi konservasi sumber daya alam tertua di dunia.
Tujuan konvensi ini adalah untuk mendorong upaya konservasi dan pemanfaatan lahan basah secara bijaksana melalui aksi nasional dan kerja sama internasional untuk mewujudkan pembangunan secara berkelanjutan di seluruh dunia.
Baca Juga: Pesan Siti Nurbaya Terkait Penanganan Kawasan Konservasi dan Warisan Dunia di TRHS
Tema Hari Lahan Basah Sedunia 2023 adalah “Restorasi Lahan Basah” yaitu menyerukan kepada semua generasi untuk menghidupkan kembali dan memulihkan yang terdegradasi lahan basah.
Lahan basah yang direstorasi dapat bermanfaat untuk menghidupkan kembali keanekaragaman hayati, yakni menjadi rumah bagi ribuan satwa dan tumbuhan.
Lahan basah juga berfungsi sebagai penyaring persediaan air, sebagai pelindung dari badai, penyerap karbondioksida, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan manusia, pariwisata, hingga ketahanan ekosistem.***