Pesan Siti Nurbaya Terkait Penanganan Kawasan Konservasi dan Warisan Dunia di TRHS

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Kamis, 2 Februari 2023 | 11:23 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK), Siti Nurbaya dan  Plt. Dirjen KSDAE Bambang Hendroyono (ppid.menlhk.go.id)
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK), Siti Nurbaya dan Plt. Dirjen KSDAE Bambang Hendroyono (ppid.menlhk.go.id)

KABAR ALAM - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK), Siti Nurbaya mengatakan, pemerintah dan masyarakat Indonesia menangani kawasan konservasi dan warisan dunia-nya secara baik dan proprosional.

Selain itu, kata Siti Nurbaya, dalam penanganannya, pemerintah dan masyarakat tetap menjaga prinsip-prinsip konservasi dan posisinya sebagai warisan dunia (world heritage).

"Ini penting karena bukti lapangan menjadi sangat penting, sehingga bukan hanya asal menilai dan salah, tidak sesuai dengan kenyataan," ujar Siti Nurbaya seperti dikutip KABARALAM.com dari siaran pers KLHK, Kamis, 2 Februari 2023.

Baca Juga: Saung Bilik, Homestay Baru di Pusat Kota yang Dekat dengan Destinasi Wisata Kuningan

Pesan Siti Nurbaya ini terkait dengan pembahasan posisi "in danger" Tropical Rainforest Heritage of Sumatera (TRHS) dengan Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk Unesco di Paris, Prof. Ismunandar.

Sebelumnya sudah 5 hari Dubes bersama Plt. Dirjen KSDAE, Bambang Hendroyono melakukan kunjungan kerja ke beberapa taman nasional yang menyandang predikat sebagai situs warisan alam dunia TRHS, yaitu TN Bukit Barisan Selatan dan TN Gunung Leuser.

TRHS merupakan salah satu warisan alam dunia Indonesia yang terdiri dari TN Bukit Barisan Selatan, TN Kerinci Seblat dan TN Gunung Leuser dengan luas kurang lebih 2.595.125 hektare dan ditetapkan WHC-UNESCO dalam Sidang Warisan Dunia ke-29 tahun 2004 di Durban.

Baca Juga: Disporapar Kuningan Ajak Desa Wisata Daftar Program ADWI 2023, Ini Link Pendaftarannya!

Ketiga Taman Nasional ditetapkan sebagai TRHS karena memenuhi kriteria nilai penting atau Outstanding Universal Value warisan alam dunia.

Setelah kunjungan kerja dari TN Bukit Barisan Selatan dan TN Gunung Leuser, selanjutnya Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk Unesco dan tim kerja lapangan bersama Menteri LHK dan Sekretaris Jenderal KLHK selaku Plt. Dirjen KSDAE berkunjung ke TN Komodo sebagai situs Warisan Dunia.

Plt. Dirjen KSDAE Bambang Hendroyono menjelaskan, dalam pertemuan Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO dengan Ibu Menteri LHK beserta beberapa Pejabat Tinggi Kementerian LHK lainnya membahas perkembangan pengelolaan warisan alam dunia Indonesia serta membangun strategi dan solusi dalam menghadapi tantangan pengelolaan situs warisan alam dunia, khususnya upaya mengeluarkan TRHS dalam Daftar Warisan Dunia Dalam Bahaya (the List of World Heritage in Danger).

Baca Juga: Top 5 Hits 1 Februari 2023, Price List Paket Berkemah di Sarae Land Kuningan Paling Banyak Dicari

Di samping itu juga dibahas isu-isu terkait pengelolaan warisan dunia alam Indonesia lainnya, yaitu isu pembangunan sarana pendukung wisata alam di situs warisan alam dunia TN Komodo serta isu keberadaan jalan di situs warisan alam dunia TN Lorentz.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan secara umum Ibu Menteri LHK dengan Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO berharap semua pihak baik itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Non Pemerintah, Sektor Swasta dan masyarakat memahami dan bersama-sama menjaga kelestarian warisan alam dunia Indonesia sebagai bentuk komitmen bangsa Indonesia terhadap dunia internasional dalam konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X