berita

Minimalisasi Banjir dan Longsor Lagi, Camat Pameungpeuk Garut Minta Reboisasi Hutan dan Penyodetan Sungai

Senin, 26 September 2022 | 22:40 WIB
Penampakan kondisi hutan dan lahan setelah terjadi banjir di Kecamatan Pameungpeuk Garut (garutkab.go.id)

KABAR ALAM - Dari lima kecamatan di Kabupaten Garut yang terdampak bencana banjir dan longsor, akhir pekan lalu, Panmeungpeuk merupakan yang terparah.

Karena itu, Camat Pameungpeuk Tatang Suryana langsung melontarkan dua permintaan krusial penanggulangan bencana banjir dan longsor kepada Pemerintah Kabupaten Garut (Pemkab) Garut.

Kedua permintaan Camat Pameungpeuk itu adalah reboisasi kawasan hutan di bagian hulu serta sodetan sungai.

Baca Juga: Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia Jabar Berunjuk Rasa, Ini yang Dijanjikan Ridwan Kamil

Menurutnyaa, untuk meminimalisir terjadinya bencana, pemerintah daerah harus melakukan pemulihan melalui reboisasi di kawasan hulu hutan.

Dengan demikian, katanya, fungsi hutan sebagai daerah serapan bisa kembali dan bencana banjir dan longsor dapat diminimalisir.

"Yang kedua adanya penyodetan sungai karena ada pertemuan dua sungai antara sungai Cikaso dan Cipaleubuh di daerah sekitar desa Mandalakasih," kata Tatang seperti dikutip KABARALAM.com dari laman Pemkab Garut, Senin, 26 September 2022.

Baca Juga: KKP Dorong Generasi Milenial Berani Berbisnis Ikan Hias

"Ini ke sananya dangkal ketika air bertemu terlalu banyak akhirnya naik jadi banjir, (jadi) itu harus ada penyodetan sungai yang kedua," lanjutnya.

Dikatakannya, berbeda dengan tahun 2020, banjir kali ini terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi, di mana hujan terjadi selama dua hari dua malam.

"Maka terjadi luapan air yang sangat besar dan frekuensi waktunya ketika banjir kalau 2020 itu setengah jam banjir itu, kalau ini setengah jam turun, naik lagi sampai durasi waktu dua jam," ungkapnya.

Baca Juga: Demi Eksistensi, Tambang Harus Bertransformasi Menunjang Pembangunan Berkelanjutan

Ia menyampaikan, ada beberapa dampak dari bencana banjir dan longsor kali ini adalah beberapa rumah yang terendam, dua diantaranya hanyut terbawa air, kemudian fasilitas umum seperti jembatan juga hancur terbawa air.

"Lalu selain itu juga, fasilitas umum lainnya seperti irigasi di Cikaracak ini tersendat karena tumpukan material, lalu area sawah tadi sudah saya laporkan ke dinas terkait dan ke Pak Kalak ini ada beberapa ratus hektar yang tergenang air dan itu pasti puso," katanya.***

Halaman:

Tags

Terkini