• Kamis, 1 Desember 2022

Banjir dan Longsor Kabupaten Garut: Ini Lima Wilayah yang Paling Terdampak

- Minggu, 25 September 2022 | 06:55 WIB
Warga Singajaya, Kabupaten Garut membersihkan material longsor. (garutkab.go.id)
Warga Singajaya, Kabupaten Garut membersihkan material longsor. (garutkab.go.id)


KABAR ALAM - Banjir bandang dan longsor di Kabupaten Garut, 22 September 2022 malam menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah.

Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman mengatakan, ada lima kecamatan yang terdampak paling parah, yaitu Pameungpeuk, Cisompet, Singajaya, Banjarwangi, dan Cibalong.

Hal itu dikatakan Helmi Budiman saat mengunjungi posko bencana di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jumat 23 September 2022.

Ia menuturkan, untuk sementara ada sekitar 1.644 rumah terdampak banjir bandang dan dua rumah hancur di Kecamatan Pameungpeuk.

Selain itu, imbuh Helmi, satu rumah hancur karena longsor di Kecamatan Cisompet.

Baca Juga: Pemkab Garut Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama 7 Hari di Garut Selatan

"Yang lainnya ada kerusakan, hanya terendam, ada (juga) yang rusak. Nah ini jumlahnya sedang diinventarisasi. Namun, diperkirakan yang rusak itu sekitar 200 sampai 400 rumah. Yang 1.200 rumah itu kemungkinan yang terendam saja," tutur Wabup Garut seperti dikutip dari laman garutkab.go.id.

Saat ini jumlah kerugian akibat bencana tersebut masih dihitung dan dilanjutkan dengan penanganan pascabanjir bandang di wilayah Garut bagian selatan.

"Secara kasat mata kerugian yang diakibatkan oleh bencana banjir bandang dan longsor ini lebih dari Rp 10 miliar," ujarnya.

Wabup Garut juga memaparkan ada beberapa jembatan yang rusak, salah satunya jembatan yang baru saja diresmikan.

"Kemudian jembatan Merah Putih dan jembatan Manglayang. Ada 3 jembatan (yang rusak), 1 di Pameungpeuk, 2 di Cibalong," katanya.

Baca Juga: Update Banjir dan Longsor Garut: Seorang Warga Meninggal Dunia, Jalur Singajaya-Cihurip Terputus

Untuk penanggulangannya terdapat dua pilihan, yaitu relokasi dan tanggul. Namun, untuk sementara ini, Helmi menyampaikan bahwa penanganan melalui tanggul dinilai lebih rasional.

"Tanggul ini dengan beronjong. Itu mungkin pilihan yang paling rasional saat ini adalah ada beronjong, tetapi kita koordinasi nanti dengan provinsi karena sungai ini ada di bawah provinsi," lanjutnya.

Terkait dengan wisatawan yang akan berwisata ke Garut bagian selatan, Wabup Garut menyampaikan bahwa karena cuaca yang tidak menentu, nantinya jika terdapat peringatan dari BMKG, pihaknya akan langsung memberikan peringatan langsung ke masyarakat.

"Kalau yang wisata ke Santolo, Sayangheulang, pokoknya ke daerah selatan insyaallah aman. Tetapi, kalau ada peringatan dari BMKG, kami sampaikan nanti," terangnya.

Baca Juga: Wabup Garut: Kemampuan Menolong Saat Terjadi Bencana Sangat Dibutuhkan

Terkait dengan penanganan jangka panjang, Helmi mengatakan, harus dilakukan rehabilitasi ataupun reboisasi karena saat ini terdapat banyak lahan yang sudah tidak memiliki tegakan keras.

Pada Jumat, 23 September 2022 malam, Wabup Garut Helmi Budiman didampingi Camat Cihurip, Enjang, juga mengecek secara langsung kondisi jalur penghubung Kecamatan Cihurip dengan Kecamatan Singajaya yang terputus akibat tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Wabup Garut menuturkan jalan penghubung Kecamatan Singajaya dan Kecamatan Cihurip yang terputus sepanjang 35 meter.

Namun, jalur masih bisa dilewati karena sudah dibuat jalur baru di pinggir jalan yang terputus sepanjang 50 meter.***

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: garutkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menteri LHK Apresiasi Bogor Go Green 7

Minggu, 27 November 2022 | 20:25 WIB
X