• Jumat, 30 September 2022

KLHK Gandeng Humas Kementerian dan Lembaga untuk Sosialisasikan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030

- Selasa, 13 September 2022 | 21:55 WIB
Taman Wisata Alam Angke Kapuk di Jakarta (ppid.menlhk.go.id)
Taman Wisata Alam Angke Kapuk di Jakarta (ppid.menlhk.go.id)

KABAR ALAM - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak Hubungan Masyarakat (Humas) seluruh kementerian/lembaga untuk mengetahui lebih dalam Rencana Operasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 melalui kegiatan Forum Tematik Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) di Jakarta, Senin, 12 September 2022.

Plt. Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, Ruandha Agung Sugardiman, menyampaikan pentingnya peran hutan tropis untuk pengendalian iklim dan sasaran penurunan emisi sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030, yang ingin dicapai melalui implementasi Rencana Operasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

“Capaian ini ditentukan oleh pengurangan emisi dari deforestasi dan lahan gambut (dekomposisi gambut dan kebakaran gambut); peningkatan kapasitas hutan alam dalam penyerapan karbon (melalui pengurangan degradasi dan meningkatkan regenerasi); restorasi dan perbaikan tata air gambut; restorasi dan rehabilitasi hutan; pengelolaan hutan lestari dan optimasi lahan tidak produktif untuk hutan tanaman dan tanaman perkebunan,” jelas Ruandhaa dalam siaran pers KLHK.

Baca Juga: LPM Kebon Pisang, GSSI dan SMKN 15 Edukasi Warga Soal Pemilahan Sampah dari Rumah

Ia menambahkan untuk mendukung perencanaan operasional menuju Net Sink sampai ke tingkat tapak, Indonesia memanfaatkan tiga informasi spasial yaitu Peta Indeks Biogeofisik, Peta Arahan Optimasi Kawasan Hutan berdasarkan Indeks Jasa Lingkungan/Indeks Jasa Ekosistem, dan Peta Tipologi Kelembagaan.

Terdapat dua kebijakan instrumen yang disampaikan dalam Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, yaitu kebijakan umum dan kebijakan mangrove. Kebijakan umum yaitu prakondisi kawasan hutan, mempertahankan hutan alam yang masih tersisa, mendorong terjadinya regenerasi hutan alam terdegradasi, efisiensi penggunaan lahan dan optimasi lahan tidak produktif, akselerasi kegiatan penyerapan karbon, pengembangan kebijakan fiskal untuk sektor FOLU, penegakan hukum, dan penguatan basis data sektor FOLU.

Ruandha juga menambahkan bahwa tidak kalah penting adalah potensi mangrove seluas 3.364.080 ha yang dimiliki oleh Indonesia. Mangrove dapat menjadi peluang untuk kontribusi dalam mengurangi emisi GRK.

Baca Juga: Wamen LHK: Indonesia Telah Lakukan Upaya Besar dalam Pelestarian Satwa Liar di Bumi

“Atas capaian yang sudah dilakukan KLHK, dukungan komunikasi publik perlu diberikan. Komunikasi kebijakan yang baik akan melahirkan atensi positif pada masyarakat dan meminimalisir kesalahpahaman publik. Impresi yang baik akan mendukung capaian yang sudah dilakukan sehingga kebijakan bisa mencapai tujuannya,” sambut Usman Kansong, Ketua Umum Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas) yang juga Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo sebagaimana dibacakan oleh Hasyim Gautama, Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Kementerian Kominfo.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Sumber: ppid.menlhk.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hari Ozon Sedunia, Begini Klaim Menteri LHK Siti Nurbaya

Jumat, 16 September 2022 | 21:44 WIB
X