KABAR ALAM - Sebanyak 11 spesies mangrove teridentifikasi oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (UB) Malang, Salma Noer'Aulia di Resort Padar Utara, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Balai Taman Nasional Komodo.
Salma tengah melakukan penelitian singkat untuk Praktik Kerja Magang (PKM) pada kawasan ekosistem mangrove. Dari 11 spesies mangrove yang teridentifkasi, 10 di antaranya mangrove mayor.
Sepuluh spesies mangrove mayor temuan Salma adalah Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops tagal, Lumnitzera racemosa, Lumnitzera littorea, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Rhizophora lamarckii, Sonneratia alba, dan Xylocarpus moluccensis.
Baca Juga: Dua Korban Tertimbun Longsor Ciamis Dimakamkan, BNPB: Waspada Cuaca Ekstrem!
Sedangkan satu spesies mangrove minor yang ditemukan yaitu Phempis acidula atau yang biasa dikenal dengan sebutan santigi.
Salma berharap akan ada penelitian selanjutnya untuk mengidentifikasi lebih lanjut mengenai jenis spesies mangrove yang ada di Resort Padar Utara.
Selain itu, Salma juga menguji nilai estimasi karbon. Untuk menentukan nilai estimasi stok karbon pada ekosistem mangrove di Resort Padar Utara, Salma membuat 50 plot pengamatan dengan ukuran 10 x 10 meter.
Baca Juga: Wabup Ciamis Luncurkan Gerakan Keluarga PKK Gagah Bencana
Salma menghitung nilai estimasi stok karbon dengan menggunakan beberapa dasar variabel, diantaranya keliling batang pohon, kerapatan, dan tinggi rata-rata pohon dari masing-masing plot pengamatan.
Sedangkan untuk ragam spesies, Salma melakukan pengamatan mendalam pada bagian akar, batang, daun, bunga, dan buah setiap jenis mangrove yang ditemui pada plot pengamatan.
Pada bagian daun, Salma mengidentifikasi beberapa bagian seperti bentuk dan susunan daun, sedangkan pada bagian bunga, mahasiswa mengidentifikasi formasi, letak, dan warna bunga. Sementara pada bagian buah, Salma mengidentifikasi jenis melalui bentuk, susunan, dan jumlah buah.
Baca Juga: Konflik Satwa dan Manusia di Cimanggung: 3 Petani Terluka, Macan Tutul Mati
Salma melakukan perhitungan mengenai estimasi stok karbon pada ekosistem mangrove dengan menggunakan metode allometrik, perhitungan nilai AGB (Above Ground Biomass), dan perhitungan nilai AGC (Above Ground Carbon).
Selain perhitungan tersebut, Salma juga membuat peta sebaran estimasi stok karbon pada ekosistem mangrove di Resort Padar Utara, Pulau Padar sebagai output dari penelitian magang ini.
Artikel Terkait
Dorong Realisasi Pengurangan Emisi, Kadin Bantu Sosialisasikan Restorasi Mangrove
Rehabilitasi Mangrove Indonesia Jadi Fokus Bahasan di G-20
Siti Nurbaya Ajak Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia Tanam Mangrove di Kaltim
Kepala BRGM: Dunia Internasional Dukung Indonesia dalam Rehabilitasi Mangrove
Konsep Baru untuk Teknologi Restorasi Mangrove