KABAR ALAM - Unit pengujian di bawah Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Lemigas telah melaksanakan Temu Karya Uji Banding Laboratorium Lumpur Pemboran pada 27 Desember 2022, di Bogor.
Temu Karya Uji Banding Laboratorium Lumpur Pemboran ini merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan oleh Lemigas dan bekerja sama dengan PT. Pertamina Research Technology Innovation (RTI).
Kepala Lemigas Ariana Soemanto mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi laboratorium-laboratorium yang bergerak di bidang lumpur pemboran dengan laboratorium-laboratorium lumpur sejenis.
Baca Juga: BPH Migas : Ketersediaan Energi Aman dan Terkendali Selama Nataru 2022-2023
Melalui kegiatan ini, Ariana mengungkapkan, akan membantu laboratorium penguji dalam menilai kinerja laboratorium, melakukan analisa terhadap hasil uji yang didapat di laboratorium, dan dapat mengidentifikasi permasalahan yang mungkin ada di laboratorium-laboratorium lumpur pemboran.
"Penting mengikuti uji banding agar hasil lab dapat terverifikasi, personil, alat, bahan dan lingkungan serta metode uji sehingga semua mampu menelaah," lanjutnya.
Uji Banding Laboratorium Lumpur Pemboran Tahun 2022 diikuti oleh 13 perusahaan swasta di Indonesia yang memiliki laboratorium lumpur pemboran, Pertamina RTI dan Lemigas
Baca Juga: Hama dan Penyakit Umum Philodendron Erubescens
Hadir dalam kesempatan tersebut Nilna Amelina mewakili PT. Pertamina RTI mnyatakan dalam sambutannya bahwa melalui kegiatan uji banding ini dapat terjalin kerja sama dengan laboratorium yang lebih banyak lagi terutama dengan laboratorium-laboratorium yang ada di sektor hulu.
“Dalam kesempatan ini, PT. Pertamina RTI menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan Lemigas,” ujar Nilna.
Dengan adanya pemaparan pentingnya uji banding bagi laboratorium lumpur pemboran ini dapat mengukur validasi data yang dikeluarkan oleh laboratorium lumpur pemboran.
Baca Juga: Ridwan Kamil Apresiasi Inovasi Mesin Pencuci Sampah Plastik dari Kodam III/Siliwangi
Selaku panitia pelaksana uji banding, Rachmi Kartini menyampaikan terima kasih kepada Pertamina RTI yang telah mempercayakan pelaksanaan uji banding ini kepada Lemigas.
Dari bidang hulu minyak dan gas bumi, pelaksanaan uji banding ini merupakan yang pertama, sebelumnya uji banding di bidang hilir migas sudah terlebih dahulu biasa dilaksanakan. Uji banding ini adalah wujud dari upaya untuk meningkatkan kinerja laboratorium-laboratorium yang bergerak di bidang lumpur pemboran.
Artikel Terkait
Kementerian ESDM Investigasi Kebocoran Gas PT SMGP yang Bikin 79 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit
Kementerian ESDM Resmikan Fasilitas Pembuat Es Bertenaga Surya di Sulamu, NTT
Kementerian ESDM Hentikan Operasional Tambang Batu Bara di Sawahlunto
Kementerian ESDM : PNBP BPH Migas Capai Rp 1.309,11 M