Kementerian ESDM Investigasi Kebocoran Gas PT SMGP yang Bikin 79 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Jumat, 30 September 2022 | 16:43 WIB
Kementerian ESDM kirim tim untuk menginvestigasi kebocoran gas PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Kabupaten Mandailing Natal, 27 September 2022  (esdm.go.id)
Kementerian ESDM kirim tim untuk menginvestigasi kebocoran gas PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Kabupaten Mandailing Natal, 27 September 2022 (esdm.go.id)

KABAR ALAM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerjunkan tim dari Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) untuk menginvestigasi kebocoran gas PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Kabupaten Mandailing Natal, 27 September 2022 lalu.

Dalam siaran persnya yang dikutip KABARALAM.com, Jumat, 30 September 2022, Ditjen EBTKE menyampaikan sudah mendapatkan laporan dari PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang merupakan pengembang lapangan panas bumi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara tersebut.

Dalam laporannya disebutkan, pada tanggal 27 September 2022, sekitar pukul 18.00 WIB, terdapat beberapa warga dari Desa Sibangor Julu dan Desa Sibangor Tonga mengeluhkan mencium bau menyengat yang berasal dari Wellpad T. Akibatnya, beberapa orang warga mengalami gejala sesak nafas dan muntah.

Baca Juga: 7 Tips Penting Berkemah di Tengah Hutan, Jangan Sampai Tidak Tahu, Cek di Sini

"Laporan yang kami terima, saat laporan keluhan warga diterima, aktivitas di Wellpad T adalah kegiatan bleeding sumur T-11 untuk menetralisir gas di dalam sumur yang menjadi bagian dalam rangkaian proses uji alir sumur T-11," ujar Direktur Panas Bumi, Kementerian ESDM, Harris, pada sebuah kesempatan di Jakarta, Rabu, 28 September 2022.

"Proses bleeding dimulai pukul 15.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB dan direncanakan untuk dilanjutkan kembali keesokan harinya, beberapa saat setelahnya PT SMGP mendapat laporan adanya keluhan dari warga," jelasnya.

Kegiatan uji alir sumur panas bumi memiliki risiko salah satunya berupa keluarnya gas H2S dalam prosesnya yang telah diantisipasi dengan serangkaian prosedur ketat, antara lain dengan melakukan penetralisiran gas H2S sebelum fluida sumur panas bumi dialirkan.

Baca Juga: Kura-kura Sulcata, Hewan Peliharaan yang Pernah Membuat Lesti Kejora dan Rizky Billar Jadi Sasaran Kritik

Pada tahap persiapan, kegiatan uji alir sumur tersebut sebelumnya telah dikoordinasikan dan mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Kepolisian dan masyarakat sekitar.

Sedangkan pada tahap pelaksanaan, kegiatan tersebut juga dalam pengawasan bersama oleh Ditjen EBTKE, Pemda, Kepolisian dan perwakilan masyarakat sekitar.

"Saat ini Tim telah berada di lokasi dan melakukan koordinasi dengan Pemda Kabupaten Mandailing Natal, kepolisian dan PT SMGP untuk penanganan dan penelusuran lebih lanjut," jelas Harris.

Baca Juga: KKP Gaungkan Program Ekonomi Biru di Forum Perserikatan Bangsa-Bangsa

Penanganan dampak salah satunya difokuskan kepada warga yang mengeluhkan kesehatan. Dilaporkan sebanyak 79 orang warga dirawat di rumah sakit setempat dan sebanyak 18 orang di antaranya telah kembali ke rumah.

Situasi instalasi dan peralatan di PLTP Sorik Marapi saat ini dalam kondisi normal. Rangkaian kegiatan uji alir sumur T-11 telah dihentikan dan sumur dalam kondisi tertutup dan aman. Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM mengharapkan dukungan dari semua pihak agar situasi kondusif saat ini dapat tetap terjaga.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X