Kementerian ESDM Resmikan Fasilitas Pembuat Es Bertenaga Surya di Sulamu, NTT

photo author
Yudi Noorahman, Kabar Alam
- Rabu, 2 November 2022 | 15:48 WIB
Fasilitas pembuat es bertenaga surya di Sulamu, NTT. (www.esdm.go.id)
Fasilitas pembuat es bertenaga surya di Sulamu, NTT. (www.esdm.go.id)

KABAR ALAM – Dukung potensi sektor perikanan di wilayah pesisir, Kementerian ESDM melalui Ditjen EBTKE meresmikan fasilitas pembuat es bertenaga surya di Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 31 Oktober 2022.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Andriah Feby Misna mengatakan, pengembangan teknologi solar ice maker telah dilakukan sejak tahun 2016 yang dilatarbelakangi oleh fakta bahwa produk perikanan di NTT tidak dapat diawetkan dengan teknologi pendingin karena pasokan listrik yang tidak mencukupi.

“Pada sisi lain, potensi energi surya melimpah sehingga teknologi ini dipandang sebagai solusi yang baik," ungkapnya seperti dikutip KABARALAM.com dari siaran pers Kementerian ESDM, 2 November 2022.

Baca Juga: Sejarah Pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani

Potensi surya dan perikanan Kelurahan Sulamu yang terletak sekitar 85 kilometer dari Kota Kupang memang menjanjikan.

Namun, belum ditopang oleh akses rantai dingin yang memadai. Nelayan dari Sulamu harus mengambil pasokan es balok dari Kupang untuk menyimpan hasil tangkapan.

Kondisi ini membuat hasil tangkapan membusuk dan menyebabkan kerugian bagi nelayan.

Fasilitas ini dilengkapi dengan panel surya 25 kilo watt peak (kWp), yang digunakan untuk mendinginkan larutan air garam hingga (-15) derajat Celcius untuk pembuatan balok es, sehingga pada malam hari proses pembuatan balok es ini dapat terus berlangsung.

fasilitas pembuat es bertenaga surya di Sulamu beroperasi secara full off-grid dan mampu menghasilkan produksi es balok hingga 1 ton/ hari, atau 245 ton/ tahun.

Baca Juga: Gunung Kerinci Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat dan Jalur Penerbangan Menjauh

Dengan adanya fasilitas ini diharapkan dapat mencukupi sekitar 56% kebutuhan es balok di Sulamu dan dapat membantu para nelayan menjaga kesegaran hasil tangkapannya.

Sebelumnya, pada tahun 2020, Kementerian ESDM bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencoba membangun PLTS Atap untuk fasilitas cold storage milik KKP di 12 lokasi.

Pemerintah Jerman melalui GIZ selanjutnya mendukung dan mengembangkan pilot project solar ice maker, yang merupakan fasilitas produksi es balok yang ramah lingkungan, tidak hanya karena menggunakan energi surya, tetapi juga menggunakan bahan refrigerant (pendingin)yang juga ramah lingkungan.

Feby mengatakan, kerja sama dengan Pemerintah Jerman ini juga merupakan salah satu upaya pemerintah, bersama dengan dukungan internasional menurunkan emisi gas rumah kaca sebagaimana komitmen Indonesia dalam COP 26 untuk bisa menuju karbon netral dan target NZE pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat dengan dukungan internasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X