-cairan antiseptik alami untuk mencuci buah dan sayur
-cairan tambahan untuk mengepel lantai dan mencuci piring, dan masih banyak manfaat lainnya
Eco-Enzyme telah diteliti selama lebih dari 30 Tahun. Penelitian eco-enzyme pertama kali oleh Dr.Rosukon Poonpanvong pendiri asosiasi pertanian Organik di Thailand, pengelolaan limbah organik menjadi enzim merupakan proyek besar di beberapa negara di Asia, seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina.
Sejumlah petani sudah berhasil membuat eco-enzym dan memanfaatkan enzyme tersebut untuk kebutuhan pupuk tanaman dari pertanian yang digarap.
“Saya sudah berhasil mencoba eco-enzyme kepada lahan pertanian saya hasilnya tidak hanya menjadi subur namun meningkatkan kualitas padi sayur dan buah-buahan yang paling terpenting yaitu mengusir hama,“ ujar Ota Sasmita, petani di Desa Selaawi, Garut.***
Artikel Terkait
Belajar Pengelolaan Sampah di Sekolah Kang Pisman
Top 5 Hits 29 Agustus 2022, Pembukaan Sekolah Kang Pisman Mencuri Perhatian
Seru, Siswa dan Guru SDN 174 Pasirimpun Belajar Pengelolaan Sampah di Sekolah Kang Pisman
Ingin Berkunjung ke Sekolah Kang Pisman, Ini Link Pendaftaran dan Kontak yang Bisa Dihubungi
Family Gathering Kang Raling, Mengedukasi Pengelolaan Sampah Sejak dari Sumber
Kang Raling, Mengajak Masyarakat Garut Memilah Sampah Sejak dari Sumber
Top 5 Hits 30 September 2022, Kang Raling Edukasi Kelola Sampah dari Rumah Memimpin
Konsisten Giatkan Gerakan Kang Raling, Warga Kampung Cilanjung Desa Selaawi Membuat Kompos Batu Terawang