Gernas BCL Momentum Dorong Pengembangan Produk Olahan Ikan Ramah Lingkungan

photo author
Yudi Noorahman, Kabar Alam
- Minggu, 30 Oktober 2022 | 08:48 WIB
Kegiatan Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (BCL) di Kalimantan Timur. (kkp.go.id)
Kegiatan Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (BCL) di Kalimantan Timur. (kkp.go.id)

KABAR ALAM - Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dipandang menjadi momentum untuk mendorong pengembangan produk olahan perikanan ramah lingkungan.

Salah satu pendekatan yang saat ini dilakukan oleh KKP yaitu zero waste industri pengolahan.

Untuk keperluan tersebut, KKP bergerak ke 14 titik mulai dari Aceh hingga Papua guna melakukan bimbingan teknis (bimtek) peningkatan daya saing produk kelautan dan perikanan kepada masyarakat pesisir.

"Kami percaya laut akan selalu terjaga selama kita mengajak nelayan untuk mengefektifkan apa yang kita dapat dari laut, terutama jika ikan yang ditangkap bisa menghasilkan nilai tambah," terang Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Ishartini, seperti dikutip KABARALAM.com dari siaran pers KKP, Sabtu 29 Oktober 2022.

Ishartini menyebutkan bahwa guna meningkatkan nilai tambah dari ikan diperlukan kegiatan pengolahan untuk menghasilkan produk yang mempunyai nilai ekonomis tinggi.

Baca Juga: 10 Manfaat Pandan untuk Kesehatan, dari Mengurangi Risiko Kanker Hingga Mencegah Ketombe

"Terlebih semua bagian tubuh ikan dapat diolah dan dimanfaatkan hingga tidak ada bagian yang terbuang (zero waste)," ujarnya.

Misalnya untuk bagian daging dari ikan dapat diolah menjadi abon, bakso, nuget, kaki naga, dll. Dari sirip dapat dibuat crispy sirip ikan.

Selanjutnya kepala dan tulang ikan dapat dibuat kerupuk tulang, dendeng lumat, atau tepung tulang. Sementara dari kulit dapat dibuat keripik atau kerupuk kulit ikan. Jeroan ikan pun dapat dimanfaatkan menjadi silase.

"Bimtek ini kita sesuaikan dengan kebutuhan di setiap titik agar masyarakat kelautan dan perikanan semakin berdaya saing," sambung Ishartini.

Ishartini mencontohkan, melalui bimtek mutu dan nilai tambah misalnya, diharapkan para nelayan semakin berperan aktif dalam penerapan mutu dan keamanan hasil perikanan.

Baca Juga: ProKlim, Komitmen dan Kontribusi Indonesia dalam Upaya Pengendalian Perubahan Iklim Global

Dengan begitu, mereka juga akan terus mengembangkan produk inovasi bernilai tambah yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi setempat.

Terkait ramah lingkungan, juga penting dalam memilih bahan kemasan yang ramah lingkungan dengan prinsip reduce, reuse, recycle.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: kkp.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X