KABAR ALAM - PT Hutama Karya (Persero) atau HK selaku pengembang dan pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) berkomitmen mempercepat penyelesaian pembangunan ruas jalan tol sepanjang 74,2 km.
Bukan hanya penyelesaian, PT Hutama Karya (HK) pun berkomitmen membangun infrastruktur ramah lingkungan dengan merealisasikan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.23/MENLHK/SETJEN/KUM.1/5/2019 tentang Jalan Strategis di Kawasan Hutan.
Direktur Operasi III Hutama Karya (HK), Koentjoro mengatakan, setelah membangun terowongan perlintasan gajah di ruas tol Pekanbaru–Dumai, ruas tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) juga akan dilengkapi dengan terowongan perlintasan satwa liar.
Baca Juga: #PrayForBogor: Sekeluarga di Gang Barjo Tertimbun Longsor
Koentjoro menjelaskan, perlintasan satwa liar di Tol Sibanceh tepatnya di Seksi 1 (Padang Tidji – Seulimeum), rencananya akan terbagi menjadi tiga bagian.
Dikatakan, bagian pertama adalah perlintasan dengan struktur konstruksi jembatan untuk gajah di KM 13+755 hingga 13+871.
Perlintasan kedua menggunakan produk beton tulang pracetak berbentuk segi empat untuk reptil di KM 10+000 hingga 15+100.
Baca Juga: #PrayForBogor: Termasuk Bogor, BNPB Peringatkan 10 Kawasan Rawan Banjir Hari Ini
Sedangkan yang ketiga perlintasan dengan konstruksi jembatan kanopi jaring kabel untuk primata di KM 11+000 hingga KM 13+0000.
“Saat ini progress pekerjaan untuk jembatan gajah sudah mencapai 66 perseb, 5 dari 10 box beton untuk perlintasan reptil, dan untuk perlintasan primata masih dalam proses observasi BKSDA yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2023," kata Koentjoro seperti dikutip KABARALAM.com dari keterangan resmi di laman perusahaan, Kamis, 13 Oktober 2022.
Koentjoro mengatakan, pembangunan perlintasan satwa liar ini diharapkan dapat mempertahankan ekosistem satwa sekitar dan menciptakan infrastruktur yang ramah lingkungan serta mengantisipasi risiko satwa liar yang masuk ke main road jalan tol.
Baca Juga: #PrayForBogor, Banjir dan Longsor Bogor Menelan Korban Jiwa
Saat ini Hutama Karya telah mengoperasikan 3 (tiga) seksi di Tol Sigli – Banda Aceh, yaitu Seksi 2 Seulimeum – Jantho (6,35 km), Seksi 3 Jantho – Indrapuri (16 Km), dan Seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang (14 km) dengan peningkatan Lalu lintas Harian Rata-Rata (LHR) yang cukup baik dibanding tahun sebelumnya.***
Artikel Terkait
Pembangunan Jalan Strategis di Kawasan Hutan Ini Sudah 'Dipandu' Permen LHK P.23 Tahun 2019
Begini Tahapan Perencanaan Pembangunan Jalan Strategis di Kawasan Hutan Sesuai Permen LHK P.23/2019
Apa Itu Jalan Strategis di Kawasan Hutan, Begini Penjelasan Kapustek Kehutanan dan Lingkungan KLHK
Permen Jalan Strategis di Kawasan Hutan Diusulkan Menjadi Peraturan Presiden, Ini Pertimbangannya!
Pembangunan Jalan Strategis untuk Pembangunan Berkelanjutan