KABAR ALAM - Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, dr Maria Endang Sumiwi, M.P.H mengatakan, selain terhadap ibu hamil, ada sejumlah intervensi yang perlu dilakukan. Salah satunya intervensi sensitif agar anak tidak masuk kategori stunting.
Dikatakan Maria, intervensi sensitif merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penyebab tidak langsung stunting yang umumnya berada di luar persoalan kesehatan.
Ia mengungkapkan, intervensi ini terbagi 4 jenis yaitu penyediaan air minum dan sanitasi, pelayanan gizi dan kesehatan, peningkatan kesadaran pengasuhan dan gizi serta peningkatan akses pangan bergizi.
Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Bentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana di 8 Sekolah
Hal itu perlu dilakukan agar dapat diintervensi supaya balita tidak jatuh kepada stunting. Jadi untuk setiap kabupaten/kota, kata Maria, nanti harus dipastikan bahwa itu semua diterapkan dilapangan.
Hal penting lainnya adalah memastikan anak memperoleh Imunisasi Dasar Lengkap. Tujuannya supaya anak-anak tidak sering sakit. Jika anak sering sakit maka pertumbuhannya pastinya juga akan terganggu.
"Nanti kita berharap setelah pendampingan, ini dapat dilakukan untuk seluruh kabupaten," katanya seperti dikutip dari laman Dinas Kesehatan Aceh.
Sedangkan untuk intervensi ibu hamil, beberapa hal memang perlu diperhatikan. Menurutnya, angka stunting tinggi di Aceh dikarenakan situasi yang banyak ditemukan bayi sudah stunting mulai dari lahir. Maka dari itu, kata dia, harus dilakukan intervensi kepada ibu hamil sebelum bayinya dilahirkan.
"Jadi, ibu hamil itu harus tahu, pada sedang hamil harus makan apa. Harusnya waktu hamil kita makan dengan tingkat nutrisi yang bagus, seperti lima porsi karbohidrat, lima porsi protein hewani dan seterusnya," ucapnya.
Menurut Maria, selain mengkonsumsi makanan yang bernutrisi, ibu hamil, juga perlu rutin melakukan pemeriksaan kehamilannya paling tidak 6 kali selama masa kehamilan, baik di puskesmas maupun di tempat fasilitas kesehatan lain.
Baca Juga: Kendaraan Listrik Akan Memakai Pelat Nomor dengan Lis Biru, Cari Tahu Alasannya di Sini
Setelah lahir, hal penting lainnya adalah untuk memastikan bahwa posyandu semua harus aktif, jika ada anak yang mengalami perlambatan pertumbuhan, ini harus bisa dideteksi pada saat balita ditimbang sehingga bisa segara diintervensi agar anak tidak sampai masuk kategori stunting.***
Artikel Terkait
KKP Tekan Angka Stunting di NTT dengan Kampanye Program Gemarikan
Cegah Stunting dengan Penyelamatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Apa Itu?
Sekda Kota Bandung: Meski Alami Penurunan, Angka Stunting di Kota Bandung Masih Tinggi
Lewat Seminar dan Pelatihan, FK-RASI Ungkap Cara Jadi Pebisnis Makanan Anti Stunting
Cegah Stunting dengan Pangan Sehat dan Bergizi Berbasis Sumber Daya Lokal