Sekda Kota Bandung: Meski Alami Penurunan, Angka Stunting di Kota Bandung Masih Tinggi

photo author
Yudi Noorahman, Kabar Alam
- Kamis, 8 September 2022 | 13:41 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna memberikan sambutan pada kegiatan Pendampingan Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jawa Barat di Trans Luxury Hotel, Bandung, Kamis, 8 September 2022. (bandung.go.id)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna memberikan sambutan pada kegiatan Pendampingan Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jawa Barat di Trans Luxury Hotel, Bandung, Kamis, 8 September 2022. (bandung.go.id)


KABAR ALAM - Angka stunting di Kota Bandung mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu.

Meskipun demikian, angka stunting di Kota Bandung relatif masih cukup tinggi, yaitu mencapai 7.568 balita.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna saat memberikan sambutan pada kegiatan Pendampingan Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jawa Barat di Trans Luxury Hotel, Kamis, 8 September 2022.

Angka stunting di Kota Bandung menurun pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020 atau berkurang dari 9.567 menjadi 7.568 balita. Secara total, berkurang hampir 2.000 balita.
 
Untuk menyelaraskan program penuntasan stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung beserta seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat berkoordinasi dalam kegiatan Pendampingan Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Jabar tersebut.

Baca Juga: Cegah Stunting dengan Penyelamatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Apa Itu?

Ema Sumarna berharap, kegiatan ini bisa menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi pemerintah kabupaten dan kota di dalam penurunan stunting di Jawa Barat.

"Seperti halnya kabupaten dan kota lain di Jawa Barat, di Kota Bandung pun sampai saat ini masih menghadapi persoalan stunting yang cukup krusial," ujar Ema seperti dikutip KABAR ALAM dari laman resmi Pemkot Bandung, Kamis 8 September 2022.

Banyak hal yang telah diupayakan oleh Pemkot Bandung terkait dengan penanganan stunting. Namun, tentu masih membutuhkan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat.

"Termasuk kegiatan yang diselenggarakan hari ini masih sangat dibutuhkan agar penanganan stunting dapat dilakukan secara terstandar," ucapnya.

Menanggapi hal ini, Asisten Pemerintahan Kesra Jabar, Dewi Sartika menyampaikan, kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya dalam menyambut 2045 Indonesia Emas.

Baca Juga: KKP Tekan Angka Stunting di NTT dengan Kampanye Program Gemarikan

"Kita juga akan menjadi tonggak sejarah 100 tahun merdeka. Semoga kita bisa mempersiapkan dengan baik untuk menyambut hal ini," ungkap Dewi.

Ia menambahkan, Jabar ingin program kegiatan ini bisa menjadikan stunting menuju tagline Jabar: "Jabar Zero Stunting".

Dewi pun memaparkan, berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2021, Jabar telah berhasil menurunkan angka prevalensi stunting sebanyak 10,8 persen dari 35,3 persen di tahun 2013. Dengan rata-rata penurunan sebanyak 1,2 persen per tahun.

"Namun, jika merujuk pada target prevalensi 19,2 persen di tahun 2023 berdasarkan target RPJMD dan 14 persen di tahun 2024 berdasarkan target RPJMN," jelasnya.

Oleh karena itu, baginya, untuk mencapai target tersebut diperlukan upaya yang maksimal dan perlu percepatan penurunan stunting sekitar 10,5 persen dalam tiga tahun atau 3,5 persen per tahun.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: bandung.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X