• Jumat, 30 September 2022

Pemkot Yogyakarta Bentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana di 8 Sekolah

- Jumat, 23 September 2022 | 09:49 WIB
Kegiatan edukasi mitigasi bencana di sekolah-sekolah terus digalakkan oleh Pemkot Yogyakarta. (warta.jogjakota.go.id)
Kegiatan edukasi mitigasi bencana di sekolah-sekolah terus digalakkan oleh Pemkot Yogyakarta. (warta.jogjakota.go.id)


KABAR ALAM – Membangun kesiapsiagaan masyarakat di lingkungan sekolah dalam menghadapi bencana, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) mulai tahun 2022.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, Rabu 21 September 2022, mengatakan, program nasional konsepnya seperti Kampung Tangguh Bencana, tetapi dilakukan di lingkungan sekolah.

Pembentukan SPAB tahun ini dilakukan di 8 sekolah, yaitu di 4 SMP dan 4 SD secara bertahap.

Sampai kini proses pembentukan SPAB telah dilaksanakan di 3 SD, yaitu SD Negeri Gambiran, SD Negeri Sayidan dan SD Negeri Suryodiningratan 1.

Sementara, pembentukan SPAB pada jenjang SMP sudah dilaksanakan di SMP Negeri 16 Yogyakarta dan SMP Negeri 4 Yogyakarta.

Baca Juga: Warga Kota Bandung Diimbau Waspadai Bencana Alam Memasuki Masa Transisi Musim Hujan Ini

“Nanti semua sekolah SD dan SMP yang menjadi kewenangan Pemkot Yogyakarta akan menjadi Satuan Pendidikan Aman Bencana. Pada tahun ini yang bisa kami koordinasikan dan memungkinkan di sekolah-sekolah tersebut,” tambahnya seperti dikutip dari warta.jogjakota.go.id.

Nur Hidayat menjelaskan beberapa komponen dalam pembentukan SPAB di antaranya terkait manajemen dasar dalam menghadapi bencana, mitigasi bencana, dan jalur evakuasi.

Salah satu kegiatan dalam proses pembentukan SPAB adalah simulasi bencana yang diikuti warga di lingkungan sekolah seperti para siswa dan guru.

“Ada edukasi terkait mitigasi bencana. Misalnya ketika terjadi gempa bumi harus bagaimana. Saat ini kami baru mengarah pada manajemen menghadapi bencana dan jalur evakuasi,” terang Nur Hidayat.

Pihaknya mengatakan paradigma dalam penanganan bencana adalah membangun ketahanan lingkungan untuk mengurangi risiko bencana.

Baca Juga: Wabup Garut: Kemampuan Menolong Saat Terjadi Bencana Sangat Dibutuhkan

Seperti Kampung Tangguh Bencana, SPAB juga bagian dari membangun ketahanan lingkungan dalam penanggulangan dan pencegahan bencana.

“Ketika masyarakat bisa responsif, Insyaallah korban maupun risiko bencana bisa diminimalisir,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam menyiapkan sekolah untuk menjadi SPAB tidak mudah, terutama dalam mengatur waktu untuk menyelenggarakan kegiatan guna membentuk SPAB seperti pelatihan dan simulasi bencana.

Hal itu mengingat bersamaan dengan jam sekolah, guru, dan siswa.

Sampai akhir tahun 2022 ditargetkan SPAB sudah bisa terbentuk di 8 sekolah SMP dan SD di Kota Yogyakarta.***

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: warta.jogjakota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X